MALANGTIMES - Kreatif! Itulah kata yang pertama muncul melihat apa yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gondanglegi, Kabupaten Malang dalam memaksimalkan sosialisasi Pilkada, mereka membuat warung kopi (warkop) dan gardu Pilkada yang tersebar di seluruh desa di Kecamatan Gondanglegi yang jumlahnya 14 desa.
Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024
Abdur Rosyid Asadullah, Komisioner PPK Gondanglegi ketika ditemui MALANGTIMES, Senin (9/11/2015) di salah satu warkop Pilkada di Desa Bulupitu, Kecamatan Gondanglegi mengungkapkan bahwa ide awal dari gagasan tersebut berawal dari sosialisasi yang dilakukan KPU dengan PPK untuk melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih.
"Pertama awalnya dulu kan dari KPU, dimana dihimbau kepada PPK untuk sosialisasi dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih, akhirnya kita rapatkan barisan dan cari solusi terbaik," katanya.
Solusi terbaik yang dimaksud adalah membuat Warkop dan Gardu Pilkada, "Masyarakat Gondanglegi biasanya ngobrol ya di warkop dan gardu atau posko, nah dari situ akhirnya muncul ide tersebut, kami buat warkop Pilkada sekaligus gardu pilkada," jelas Rosyid yang juga pengurus GP Ansor ini.
Tak main-main, bukan satu atau dua warkop yang dibuat, jumlahnya total 16 warkop. "Yang dua warkop di Desa Bulupitu dan Desa Putatkidul, sisanya tersebar di semua desa masing-masing satu selain dua tersebut," tuturnya.
Rosyid menambahkan, selain warkop, juga tersebar 14 gardu di masing-masing desa di Kecamatan Gondanglegi, "Sebenarnya ada banyak warkop di Gondanglegi namun yang kami pilih adalah warkop yang strategis dan sering dikunjungi," katanya.
Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19
Yang membedakan antara warkop Pilkada dengan warkop lainnya, terdapat banner sosialisasi sebagai penanda warkop tersebut adalah warkop Pilkada.
Sementara itu, Abdul Majid, Ketua PPK Gondanglegi menambahkan awal adanya warkop tersebut dimulai dengan komunikasi dengan pemilik warung, dan responnya positif. "Lambat laun, yang berkunjung ke warkop setelah menjadi warkop Pilkada semakin banyak, malah sekarang banyak warkop-warkop yang minta untuk dijadikan warkop Pilkada," ungkap Majid.
Ditanya apa saja kegiatan di warkop Pilkada tersebut, Majid menjelaskan ada berbagai kegiatan di Warkop Pilkada tersebut, ada diskusi, obrolan ringan terkait Pilkada, "Pengenalan calonnya siapa saja di Pilkada juga dijelaskan kepada masyarakat, termasuk tahapan bagaimana mencoblos yang sah, jadi tidak sebatas 'kongkow-kongkow' di Warkop tersebut," terangnya.
Majid Berharap dengan sosialisasi yang dilakukan oleh PPK Gondanglegi beserta PPS se-Kecamatan Gondanglegi tersebut dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada serentak mendatang di wilayahnya. (*)
