Pemberitahuan dari PDAM Kota Malang berkaitan dengan aduan air terkontaminasi minyak tanah pada 12 November 2020 lalu (Twitter PDAM Kota Malang).
Pemberitahuan dari PDAM Kota Malang berkaitan dengan aduan air terkontaminasi minyak tanah pada 12 November 2020 lalu (Twitter PDAM Kota Malang).

MALANGTIMES - Kamis (12/11/2020) lalu, publik digegerkan adanya air PDAM Kota Malang atau kini bernama Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang berbau solar. Sontak, kejadian ini langsung menjadi Trending di Bhumi Arema ini.

Berbagai cuitan di media sosial seperti Twitter dan Facebook, langsung berseliweran. Bukan hanya itu, secara cepat setiap pelanggan yang ada di berbagai titik pun saling terhubung melalui pesan singkat WhatsApp. Mereka berbondong-bondong menyampaikan keluhan lantaran air berbau solar. Sehingga mereka sulit untuk beraktivitas.

Baca Juga : Mengenal dan Memperlakukan Masker yang Baik dan Benar Agar Terhindar dari Covid-19

Sebagian besar melontarkan ketakutannya menggunakan air meski hanya untuk sekedar mencuci baju atau mandi. Namun sebagian lagi mengaku tetap menggunakan air solar untuk mandi lantaran dalam kondisi sangat terdesak. Terutama bagi orang-orang yang saat itu ingin mandi besar.

Begitu banyak keluhan yang disampaikan pelanggan. Mereka semua panik. Setelah dibikin panik pandemi virus covid 19, warga dibikin panik air solar PDAM Kota Malang. Tak bisa dibayangkan betapa malangnya warga Malang.

Tak mau kepanikan air solar menjadi pandemi seperti si corona, PDAM Kota Malang mengambil langkah cepat. Melalui akun resminya, perusahaan membuat pengumuman jika ada gangguan teknis yang membuat layanan terhambat.

"PEMBERITAHUAN

Karena adanya pengaduan kualitas air dan indikasi kontaminasi pada layanan kami, maka kami akan melakukan pengurasan pada reservoir dan flushing pada semua titik hydrant dan BR. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," tulis akun Twitter @pdammalangkota, Kamis (12/11/2020) lalu.

Cuitan itu bisa membuat sedikit ketenangan, walaupun tak bisa mengurangi ketegangan warga.

Pengumuman PDAM mendapatkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar meminta cepat mengatasi permasalahan tersebut. Karena saat itu para pelanggan tengah melakukan aktivitas dan begitu membutuhkan air bersih. "Ini berbahaya gak min udah terlanjur buat sikat gigi lo," balas @tolehkanankiri.

"Area perum puskopad tasikmadu jg bau solar/minyak tanah..mohon segera diperbaiki..thanks," tambah @elanglangit.

"pantesan airnya tak buat mandi bau bensin. trs q buat kumur(wudhu) juga gitu.," tulis @AmarFarchan.

"Terkontaminasi solar ato minyak tanah? Wah pekerjaan tambahan di rumah, kuras tandon," timpal @CakRozzz05.

Mengetahui adanya air yang tercemar, semua pihak berupaya secepat mungkin untuk turun tangan. Direktur Utama Perumda Tugu Tirta  M. Nor Muhlas sebagai pihak yang paling bertanggung jawab langsung melakukan investigasi.

Baca Juga : Bintang 3, Kebersihan Ubud Hotel Kurang, Swiss-Belinn dan Ibis Styles Disorot Soal Sarapan

Saat itu, Muhlas menyampaikan jika petugas sedang mencari tahu kejadian yang sebenarnya di lapangan. Sejak aduan masuk, Muhlas menyebut jika seluruh petugas di lapangan telah turun ke lapangan untuk menyelesaikan sumber masalah. "Teman-teman di lapangan sudah di Sumber Wendit untuk kroscek apa yang sebenarnya terjadi," jelasnya saat itu.

Hingga pada keesokan harinya, Jumat (13/11/2020) Wali Kota Malang Sutiaji bersama dengan jajaran direksi PDAM Kota Malang meninjau langsung kondisi di Sumber Wendit yang berlokasi di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Pada Jumat itulah, hasil investigasi menyatakan bahwa ada dugaan sabotase yang mengakibatkan air terkontaminasi solar. Kepada media, Muhlas menjelaskan adanya luberan pengisian solar di mesin pompa air Sumber Wendit.

Tangki tersebut harusnya mampu menampung hanya seribu liter solar saja. Namun belakangan diketahui jika tangki diisi tiga ribu liter solar. Akibatnya, kurang lebih dua ribu liter solar meluber hingga ke tandon dan sungai di sekitaran sumber. Sehingga membuat kualitas air menjadi tercemar.

Muhlas juga menegaskan jika pihaknya telah melakukan investigasi secara internal. Terutama kepada pihak-pihak di ring utama yang berada di kawasan titik Sumber Wendit. Mulai dari petugas keamanan hingga operator yang berada di Sumber Wendit.

Dari hasil investigasi internal itu, pihak Perumda Tugu Tirta Kota Malang kemudian memutuskan untuk membawa kasus air solar ke pihak berwajib. Laporan resmi diluncurkan kepada Polres Malang Kepanjen pada Jumat (13/11/2020).

Sementara itu, pada hari yang sama pula, rombongan komisi B DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak dengan mendatangi Sumber Wendit. Di sana, wakil rakyat itu melihat secara detail kondisi yang terjadi sebenarnya. Legislatif pun meminta untuk penelusuran lebih detail berkaitan adanya kecurigaan sabotase yang sengaja dilakukan. Karena itu dinilai sangat merugikan pelanggan.