Paslon LaDub saat memaparkan visi, misi dan program kerja untuk lima tahun mendatang pada sesi debat publik kedua di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (20/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Paslon LaDub saat memaparkan visi, misi dan program kerja untuk lima tahun mendatang pada sesi debat publik kedua di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (20/11/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Dalam menggerakkan roda perekonomian di masyarakat pedesaan Kabupaten Malang yang berbasis BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2 yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) memiliki program Si Bumbu Malang.

Calon Bupati Malang nomor urut 2, Lathifah Shohib mengatakan bahwa terkait program Si Bumbu Malang atau yang memiliki kepanjangan Koalisi BUMDes Kabupaten Malang ini akan mensinergikan para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), koperasi maupun BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).

Baca Juga : Pembangunan Alun-Alun Kabupaten Malang Tak Kunjung Usai, Paslon LaDub Tawarkan Ini

"Program kolaborasi antar BUMDes di Kabupaten Malang dengan pemerintah atau BUMD dan perusahaan swasta, bertujuan untuk menggenjot perekonomian desa menjadi BUMDes dengan skala ekonomi lebih besar dan nilai tawar lebih tinggi," jelasnya ketika menjawab pertanyaan dari panelis debat, Jumat (20/11/2020) malam. 

Dengan melibatkan berbagai elemen untuk menggenjot perekonomian di desa dengan pembagian porsi yang proporsional, akan banyak terdapat peluang-peluang dalam memberdayakan masyarakat di masing-masing desa.

Perempuan yang memiliki pengalaman sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode ini juga menuturkan bahwa dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mencanangkan program satu desa, satu produk unggulan.

"Mas menteri (Mendes PDTT, red) punya program, setiap desa mempunyai satu produk unggulan. Oleh karena itu, koalisi BUMDes sangat diperlukan menggerakkan perekonomian di Kabupaten Malang," tutur perempuan yang akrab disapa Bu Nyai ini.

Tokoh Nahdliyyin yang juga merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini mengatakan bahwa selain program Si Bumbu Malang, Bu Nyai menyebutkan bahwa terdapat BUMD satu data berbasis online. 

"Di samping BUMDes, BUMD satu data berbasis online, pembuatan database untuk BUMD. Hal itu guna untuk memudahkan pengambilan kebijakan, pemetaan sektor dan pengembangan," sebutnya. 

Banyaknya pengalaman yang dimiliki Bu Nyai dalam pendidikan dan pengembangan ekonomi merupakan bekal yang mumpuni. Salah satunya yakni menjadi Ketua Primer Koperasi Annisa Kota Malang sejak tahun 2002 hingga sekarang.

Baca Juga : Pelaksanaan Debat Kedua, Paslon SanDi Siap Paparkan Program Unggulan Sektor Pembangunan

"Kami punya program memberdayakan koperasi-koperasi wanita yang ada di setiap desa untuk membantu kolaborasi BUMDes dan BUMD. Permodalan akan kami akomodir dengan Bank Jatim atau Bank Daerah atau BPR Artha Kanjuruhan yang ada di Kabupaten Malang," ungkapnya.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Malang nomor urut dua yakni Didik Budi Muljono mengatakan bahwa BUMDes di Kabupaten Malang untuk digerakkan agar menciptakan sentra-sentra ekonomi baru yang memiliki potensi dalam pemberdayaan masyarakat.

"BUMDes harus kita gerakkan. Sekarang di Kabupaten Malang sejumlah 165 BUMDes yang seharusnya kita gerakkan, termasuk dalam menciptakan sentra-sentra ekonomi yang berbasis potensi desa, budaya dan pariwisata," ujarnya.

Menurutnya di setiap desa minimal harus memiliki satu produk unggulan yang dapat bersaing dengan desa lain hingga dapat dipasarkan ke luar wilayah Kabupaten Malang hingga mancanegara.

"Sehingga masyarakat desa yang kita unggulkan bahwa sentra-sentra ekonomi harus menggeliat. Apalagi dengan masa pandemi Covid-19 yang tengah melanda," pungkasnya.