Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian terpelesetnya Lebarianto (69) dan Tasemi (77) di tebing Sungai Seco, Jumat (20/11/2020). (Foto: Humas Polres Malang) 
Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian terpelesetnya Lebarianto (69) dan Tasemi (77) di tebing Sungai Seco, Jumat (20/11/2020). (Foto: Humas Polres Malang) 

MALANGTIMES - Peristiwa memilukan yang menelan korban jiwa kembali menimpa warga Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (20/11/2020) sekitar pukul 06.30 WIB. Kali ini korbannya merupakan seorang kakek dan nenek. 

Kasubag Humas Polres Malang Bagus Wijanarko, mengatakan, bahwa peristiwa tersebut menelan korban jiwa seorang kakek yang bernama Lebarianto (69) warga Jalan Welirang, Kelurahan Kepanjen, Kabupaten Malang. Serta seorang nenek yang mengalami luka-luka bernama Tasemi (77) yang tak lain merupakan istri dari Lebarianto. 

Baca Juga : Malas Makan, Nyawa Pemuda Asal Blitar Hilang di Kos-kosan

"Untuk kakek Lebarianto telah dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan nenek Tasemi mengalami luka patah tulang tangan kiri dan kaki kiri usai terpeleset di tebing Sungai Seco," ujarnya kepada pewarta, Jumat (20/11/2020). 

Bagus pun menjelaskan, terkait kronologi kejadian terpelesetnya Lebarianto dan Tasemi berdasarkan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) beserta pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui kejadian awal sebelum keduanya terpeleset. 

"Pada hari Jum'at (20/11/2020) sekitar pukul 06.30 WIB, Tasemi menjemur nasi aking di tampah di belakang rumahnya yang dekat dengan tebing Sungai Seco. Karena kurang hati-hati, sehingga terpeleset dan jatuh ke tebing sungai," jelasnya. 

Lanjut Bagus, saat melihat Tasemi jatuh terpeleset ke tebing Sungai Seco, Lebarianto reflek langsung bergegas menolong Tasemi yang sedang dalam keadaan luka-luka di tebing Sungai Seco. 

"Namun karena terlalu terburu-buru dan kurang hati-hati, Lebarianto juga terpeleset ke tebing sungai tersebut dan meninggal dunia di TKP," imbuhnya. 

Dari kejadian tersebut, petugas langsung melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Untuk Tasemi yang mengalami luka-luka dan patah tulang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Dirawat Intensif Selama 7 Hari, Salah Satu Kader Terbaik PDI Perjuangan Amari Meninggal

"Akibat kejadian tersebut keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi serta tidak akan menuntut atas kejadian tersebut kepada siapapun dan menganggap kejadian tersebut merupakan musibah dari Tuhan Yang Maha Esa," terangnya.