Petugas kesehatan saat melakukan rapid test kepada ASN di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas kesehatan saat melakukan rapid test kepada ASN di Balai Kota Among Tani beberapa saat lalu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pendataan kebutuhan vaksinasi Covid-19 telah dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batu dan Dinas Kesehatan bagi warga Kota Batu yang membutuhkan. Sesuai dengan jadwal vaksin tersebut akan datang pada bulan Maret 2021, dan dipastikan tidak ada penundaan jadwalnya.

“Sejauh ini kami telah melakukan pendataan, dan menegaskan tidak ada penundaan terkait dengan jadwal vaksinasi covid-19 di Kota Batu,” ungkap Kepala Dinas Kesehata Kota Batu, drg Kartika Trisulandari.

Baca Juga : Mengulik Rumah Diapers Puskesmas Polowijen yang Raih Top 45 Kovablik Provinsi Jatim

 

Ia menambahkan, setelah pendataan, saat ini pihaknya menunggu langkah selanjutnya. Saat ini Dinas Kesehatan juga telah menyiapkan sumberdaya manusia yang akan melakukan vaksinasi Covid-19. Mereka yang terpilih ini tentunya telah mendapatkan pelatihan, mulai dari cara menyuntik vaksin, dan yang berkaitan dengan vaksinasi.

“Untuk jumlah SDM-nya sudah cukup untuk melakukan tugasnya. Dan sejauh ini vaksin covid-19 masih berlangsung uji coba tahap tiga oleh pemerintah pusat, setelah dinyatakan berhasil dan aman segera diproduksi di Biofarma dan didistribusikan ke seluruh daerah, termasuk Kota Batu,” jelas Kartika. 

Kebutuhan vaksin covid-19 untuk Kota Batu kurang lebih ada 3 ribu vaksin. Anggaran yang diajukan kepada DPRD Kota Batu kurang lebih Rp 2,9 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kebutuhan vaksin itu akan diprioritaskan kepada mereka dengan risiko tinggi. Misalnya petugas kesehatan, TNI, Polri, petugas pelayanan. Setelah itu, baru vaksin akan diberikan kepada masyarakat Kota Batu.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Puskesmas Rampal Celaket Fasilitasi USG Gratis bagi Ibu Hamil

 

“Mereka yang mendapatkan vaksin ini diutamakan bagi yang bertugas di lapangan karena rentan terkena covid-19. Setelah itu akan diberikan kepada masyarakat,” terangnya.

Mereka yang menerima itu targetnya warga yang usianya 15-59 tahun. Penerima vaksin masing-masing akan mendapatkan dua kali injeksi. Antara injeksi pertama dan kedua diberi rentang waktu 14 hari. “Satu orang dapat dua kali,” tutup Kartika.