Mengulik Rumah Diapers Puskesmas Polowijen yang Raih Top 45 Kovablik Provinsi Jatim

Nov 16, 2020 13:12
Sanitarian Pelaksana Puskesmas Polowijen Anita Resky DS saat menunjukkan produk hasil olahan limbah diapers. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Sanitarian Pelaksana Puskesmas Polowijen Anita Resky DS saat menunjukkan produk hasil olahan limbah diapers. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kota Malang kembali menorehkan prestasi, kali ini terkait bidang Inovasi Pelayanan Publik. Ya, Rumah Diapers besutan Puskesmas Polowijen berhasil meraih Top 45 Kovablik (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji, di Balai Kota Malang, Senin (16/11/2020).

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Puskesmas Rampal Celaket Fasilitasi USG Gratis bagi Ibu Hamil

Ya, Rumah Diapers ini diinisiasi Sanitarian Pelaksana Puskesmas Polowijen Anita Resky DS. Ia menjelaskan munculnya ide tersebut lantaran kekhawatiran akan perilaku masyarakat yang masih menerapkan BABS (Buang Air Besar Sembarangan), memang bukan secara langsung, tapi melalui limbah diapers.

Kondisi inilah yang langsung disikapi untuk membuat pengelolaan limbah diapers menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai jual.

"Rumah Diapers berwal dari 2017, ketika kita melakukan survey mawas diri masyarakat itu merasa khawatir akan sampah limbah itu. Kami tindaklanjuti, dan bagaimana sampah itu kami olah menjadi kerajinan," jelasnya.

Pelatihan digalakkan untuk menggaet masyarakat agar mengerti dan paham akan pengelolaan limbah diapers tersebut. Berawal dari sekedar pelatihan membuat bunga, kini produk-produk yang dihasilkan oleh masyarakat beragam.

Mulai dari, tas, hiasan, pot bunga, hiasan jilbab, vas bunga, tempat sampah dan masih banyak lainnya. Bahkan, produk-produk ini tak kalah dari kerajinan tangan pada umumnya.

"Kami awalnya melatih untuk membuat bunga saja. Tapi masyarakat rupanya lebih kreatif, karena diapers ini dari plastik mereka mengembangkannya dengan membuat tas, hiasan, lampu hias, tempat sampah dan lainnya," imbuhnya.

Meski belum maksimal, dengan adanya penghargaan ini maka diharapkan akan membuka lowongan kerja di tengah masyarakat. Ke depan, juga pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa menjalin kerja sama dengan aneka karya dari Rumah Diapers tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni (kanan) didampingi Kepala Puskesmas Polowijen Bambang Arief Purwanto saat menerima penghargaan Kovablik Top 45 Provinsi Jawa Timur.

"Ini memang belum maksimal, harapan kami dengan Kovablik bisa membuka lowongan kerja. Mereka (ibu rumah tangga) semakin punya pengetahuan untuk lebih berkreasi lagi. Dan banyak UMKM bisa berjalan membantu ibu-ibu rumah tangga untuk membuat kerajinan tangan ini," tandasnya.

Baca Juga : Dua Bulan Kabupaten Malang Masuk Zona Kuning, Ada Tambahan 5 Pasien Baru Covid-19

Lebih jauh, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Sri Winarni menyampaikan, adanya Rumah Diapers ini menjadi salah satu upaya di bidang kesehatan dalam menerapkan pilar pertama dalam STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yaitu bebas ODF atau BABS di mana mengandalkan popok bayi bekas untuk di daur ulang.

"Ketika ini bisa dikelola dengan baik maka secara nyata itu akan membantu kebersihan lingkungan sanitasi disini, juga perilaku masyarakat yang mengelola ini bisa memberikan kontribusi dan peluang ekonomi yang dilakukan untuk upaya meningkatkan kesehatan di masyarakat dari sisi pengolahan limbah sampah," jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji mengapresiasi akan inovasi yang dihadirkan Puskesmas Polowijen tersebut. Ke depan, beragam inovasi pelayanan publik lainnya bisa terus dihadirkan di Kota Malang. Ia berharap raihan penghargaan ini juga akan terus meningkat di tahun depan.

"Inovasi berkaitan dengan STBM ini adalah poin kolaborasi antara masyarakat dengan kami (Pemerintah Kota Malang). Saat ini top 45 Provinsi Jatim, itu nanti ke depan bisa meningkat lagi," katanya.

Terlebih, untuk terus menggeliatkan inovasi-inovasi terkhusus di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Malang akan diberikan reward bagi daerah melalui Dana Insentif Daerah (DID).

"Ini untuk memancing inovasi-inovasi di daerah, rewardnya nantu ada DID. Kota Malang saat ini sudah dapat, dan inovasi-inovasi yang lain kami harapkan terus digerakkan," pungkasnya.

Topik
Rumah DiapersPuskesmas PolowijenTop 45 Kovablik Provinsi Jatim

Berita Lainnya

Berita

Terbaru