Dari kiri: Kepala BI Malang Azka Subhan, Wali Kota Malang Drs Sutiaji, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri dan Kepala Diskopindag Kota Malang Wahyu Setianto (Hendra Saputra/MalangTIMES)
Dari kiri: Kepala BI Malang Azka Subhan, Wali Kota Malang Drs Sutiaji, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri dan Kepala Diskopindag Kota Malang Wahyu Setianto (Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Malang menilai ada tiga kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian di era digital, yakni kreativitas, digitalisasi, dan sinergi. BI terus mendukung upaya Pemerintah Kota Malang dalam menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian, baik di level daerah maupun nasional.

Pertama, kreativitas dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Kedua, digitalisasi melalui inisiasi UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal. Ketiga, sinergi kebijakan nasional pusat dan daerah dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM.

Baca Juga : Kumpulkan Pelaku Wisata, Pemkot Batu Dirikan Mall Pariwisata

Kepala KPw BI Malang, Azka Subhan mengatakan bahwa untuk meningkatkan akses pasar UMKM, sejak tahun 2016 BI telah menyelenggarakan Pameran karya Kreatif Indonesia (KKI). Melalui KKI, UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia di seluruh nusantara didorong untuk secara kontinyu melakukan inovasi. 

"Juga untuk memperbaiki kualitas produk sesuai selera pasar dan berorientasi ekspor, serta memanfaatkan platform digital, agar dapat menembus pasar internasional," ujar Azka.

Berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, KKI 2020 diselenggarakan dengan konsep virtual dan dilakukan secara berseri, yaitu Seri I Sinergi untuk UMKM Ekspor (28-30 Agustus 2020), seri II Sinergi untuk UMKM Digital (Oktober), dan seri III Sinergi UMKM untuk Sahabat Milenial (20-22 November). KKI 2020 seri 1 ini diikuti oleh 377 UMKM binaan Bank Indonesia yang terdiri atas 127 pengerajin Kain, 132 pengusaha makanan dan minuman, 74 pelaku Kriya, dan 44 UMKM Kopi.

"Untuk mendukung penyelenggaraan KKI seri 3 tahun 2020, BI Malang turut menyelenggarakan kegiatan pameran KKI melalui show casing atau display produk UMKM pada hari ini," terangnya.

Beberapa produk yang diunggulkan dalam pameran ini antara lain berbagai macam kain dan fashion batik, kopi, serta makanan olahan yang berasal dari 14 UMKM mitra BI Malang seperti Anjani Batik Galeri-Kota Batu, Batik Blimbing-Kota Malang, Batik Prabulinggih Kabupaten Probolinggo, Kopi Ledug Kabupaten Pasuruan dan Gapoktan Mitra Arjuna Kabupaten Malang. Sehubungan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

"Maka seluruh rangkaian kegiatan pameran ini dilaksanakan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang berlaku, antara lain dengan pembagian jadwal dan pembatasan jumlah pengunjung, serta menerapkan protokol kesehatan bagi setiap orang yang hadir di pameran (pengecekan suhu tubuh, kewajiban memakai masker dan mencuci tangan)," ungkapnya.

Dalam hal ini BI juga mengajak masyarakat untuk mengunjungi pameran KKI 2020 secara virtual melalui website www.karyakreatifindonesia.co.id lewat fitur platform yang dibuka sejak 30 Agustus 2020. Selain itu, BI juga berharap masyarakat ingin melihat produk UMKM Binaan BI juga tetap menyediakan menu katalog pada website KKI.

Baca Juga : Pandemi, Momen UMKM Lakukan Digitalisasi Dikupas dalam Webinar KIPA

Ke depan, BI akan selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional, serta bersinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga.

"Dengan adanya KKI 2020 ini, diharapkan dapat mensosialisasikan dan mempublikasikan kepada ekspor khususnya ditengah pandemi Covid-19, serta sebagai katalisator bagi pelaku usaha Industri Kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi," paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa saat ini dalam menuju Indonesia bangkit dalam hal perekonomian dibutuhkan peran pemerintah dengan mendorong UMKM.

"Tidak ada alasan pemerintah tidak beli UMKM, eksistensi BI dalam menjaga perekonomian Malang. Saya menjadi saksi bagaimana upaya dan usaha BI selama ini turun langsung memberikan pendampingan dengan OJK," tambah Sutiaji.