Para mahasiswa yang lolos dalam KMP mengajar di lokasi-lokasi SD yang telah ditentukan. (Ist)
Para mahasiswa yang lolos dalam KMP mengajar di lokasi-lokasi SD yang telah ditentukan. (Ist)

MALANGTIMES - Sebanyak 13 mahasiswa Unikama (Universitas Kanjuruhan Malang) dari berbagai program studi (prodi) lolos seleksi program Kampus Mengajar Perintis (KMP). Ya program tersebut merupakan salah satu bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tentang asistensi mengajar untuk memperdayakan mahasiswa dalam membantu pembelajaran di sekolah dasar (SD). 

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan peran dan kontribusi nyata perguruan tinggi serta mahasiswa dalam pembangunan nasional.

Baca Juga : Persembahan Spesial, Guru Kota Malang Siapkan 100 Artikel untuk HUT PGRI dan HGN 2020

Program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini dikawal oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Praktik Lapangan (LP3L)Unikama.  Yakni Ketua LP3L sekaligus Ketua Tim Kampus Mengajar Perintis (KMP) Drs Djoko Adi Susilo MPd, Ketua Laboratorium Mikroteaching Kurriawan Budi Pranata MSi, dan staf LP3L Hari Wijaya SPd. MPd.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Djoko Adi Susilo, dalam kegiatan ini, tak semua mahasiswa bisa lolos. Sebab, terdapat seleksi dan kualifikasi ketat untuk para mahasiswa agar bisa lolos.

“Kemendikbud yang menentukan berbagai ketentuan persyaratan dengan seleksi ketat, waktu singkat, dan seleksinya dilakukan langsung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Proses pendaftaran mahasiswa program Kampus Mengajar Perintis (KMP) dimulai dari pengumpulan berkas, penyeleksian, pembuatan akun mahasiswa, hingga pendampingan upload berkas ke system aplikasi MBKM," ujarnya.

Ke-13 mahasiswa yang lolos nantinya akan ditempatkan atau ditugaskan di SD yang telah ditentukan oleh dirjen SD Kemendikbud, utamanya untuk sekolah yang berakreditasi C. Penempatan para mahasiswa yang lolos juga didasarkan pada domisili mahasiswa serta ditempatkan pada lokasi yang masuk zona hijau dan kuning dari wabah covid-19.

Klasifikasi SD yang ditentukan oleh dirjen SD, utamanya berakreditasi C, bertujuan agar mahasiswa dapat maksimal melakukan pengabdian dan tepat sasaran kepada SD yang minim fasilitas guna meningkatkan efektviitas pembelajaran SD selama pandemi covid-19. Penugasan mengabdi dari 13 mahasiswa Unikama dimulai 12 Oktober hingga 18 Desember 2020.

Selama penugasan tersebut, 13 mahasiswa Unikama berkewajiban melaporkan kegiatan harian berupa logbook harian, laporan kegiatan harian beserta dokumentasinya, dan laporan mingguan berupa assesment mandiri dan assesment teman sejawat. Seluruh kegiatan tersebut harus termonitoring melalui aplikasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan terkoreksi melalui pengesahan dosen pembimbing lapangan (DPL).

Baca Juga : Gelar Wisuda Online, 50 Persen Lebih Lulusan UIN Malang Cum Laude

Ditambahkan Kurriawan Budi Pranata,  pihaknya berharap program ini akan terus berjalan. Pihaknya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya lantaran Kemendikbud sudah menawarkan program ini kepada Unikama.

“Besar harapan program Kampus Mengajar Perintis (KMP) ini terus diterapkan. Segenap tim LP3L dan perwakilan mahasiswa program Kampus Mengajar Perintis (KMP) mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud yang sudah menawarkan program ini kepada Unikama dan kepada Bapak Ibu Pimpinan Unikam  beserta kaprodi yang banyak mendukung keberlangsungan program Kampus Mengajar Perintis," ungkapnya.

Sementara itu, 13 mahasiswa yang lolos dalam program KMP tersebut yakni Ariana Herawati dan Alief Laili Budiyono dari Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK), Ogiarto Ate dan Benyamin Jemat dari Program Studi Pendidikan Fisika. Ignasius Alwino dan Paskalis Jebarus dari Program Studi Pendidikan Matematika. 

Kemudian Kristofer Sani Laru dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Rosalia Irwanti dan Maria Dolorosa Mansu dari Program Studi Pendidikan Geografi, Jihan Rohmawati dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Septi Yuana, Inge Lailati dan Nafisah dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.