Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika (tengah) saat menyerahkan APK ke LO salah satu paslon. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika (tengah) saat menyerahkan APK ke LO salah satu paslon. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - APK (alat peraga kampanye) dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang untuk ketiga pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Malang telah datang sejak Jumat (13/11/2020) malam. 

Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilihan dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan bahwa saat ini telah terkumpul puluhan APK untuk ketiga paslon. 

"APK baliho sebanyak 5 buah dikali 3 paslon. Umbul-umbul 20 buah dikali 33 kecamatan dikali 3 paslon. Spanduk 2 buah dikali 390 desa dikali 3 paslon," ujarnya, Minggu (15/11/2020). 

Selain itu,  Dika -sapaan akrabnya-  mengatakan terdapat beberapa jenis produk untuk kampanye yang lain. Yakni flyer berjumlah 50.000 dikali ketiga paslon' brosur berjumlah 50.000 dikali tiga paslon, pamflet sebanyak 50.000 dikali tiga paslon, dan poster sebanyak 50.000 yang dikalikan tiga paslon. 

Dalam PKPU Nomor 11 Tahun 2020, tepatnya pada Pasal 28 Ayat 1, dijelaskan bahwa  untuk APK baliho diberikan ukuran 4 x 7 meter . Sedangkan untuk dipasang di billboard, diberikan ukuran 4 x 8 meter. Sementara umbul-umbul berukuran 5 x 1,15 meter dan spanduk 1,5 x 7 meter. 

Merujuk pada PKPU Nomor 11 Tahun 2020 Pasal 28 Ayat 3 mengenai penambahan jumlah APK, ketiga tim paslon diperbolehkan memperbanyak APK yang telah dibuatkan dan diberikan awal oleh pihak KPU Kabupaten Malang hingga 200 persen. 

"APK yang terpasang, selain fasilitas dari KPU, juga tetap bisa dipasang karena memang dapat penambahan sendiri. Harus memenuhi ketentuan dan disampaikan jumlah penambahan kepada KPU dengan pemberitahuan tertulis sesuai dengan PKPU Nomor 11 Tahun 2020 Pasal 28 Ayat 6," jelasnya. 

Dikatakan Dika, nantinya jika dalam proses pemasangan ataupun saat penyebaran APK maupun alat kampanye dengan jenis yang lain terdapat pelanggaran, akan dilakukan penindakan oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang. 

Sementara itu, hingga siang menjelang sore ini berbagai macam jenis APK telah diambil oleh beberapa liason officer (LO) ketiga tim paslon.  "BK sudah diambil oleh semua LO.
APK sudah diambil LO paslon nomor satu (SanDi) dan paslon nomor tiga (Malang Jejeg). Tinggal menunggu LO dari paslon nomor dua (LaDub)," terangnya. 

Nantinya, setiap APK resmi dari KPU Kabupaten Malang ataupun APK yang dibuat sendiri oleh masing-masing tim paslon akan dipersilahkan untuk dipasang sendiri. Terpenting, harus mematuhi aturan yang ada terkait pemasangan APK. 

"Misalnya pemasangan di tempat yang dilarang (seperti menutupi fasilitas umum, red), mencantumkan foto atau nama pihak lain yang bukan pengurus parpol, ukuran melebihi ketentuan, dipasang di tempat ibadah. Itu bisa diturunkan oleh Bawaslu," tandasnya.

Baca Juga : Paslon SanDi Bakal Realisasikan Anggaran Rp 50 Miliar untuk Bangun SLB

Ketiga paslon yang saat ini sedang mengikuti tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang 2020 yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub), dan Heri Cahyono-Gunadi Handoko.