MALANGTIMES - Ketua Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr dr Teguh Wahju Sardjono membatah keras bahwa ada katrol nilai untuk mahasiswa kedokteran yang mendapatkan nilai dibawah standar.
"Input nilai diproses dengan sistem, yang itu resmi diatur oleh fakultas. Jadi, tidak mungkin ada katrol nilai seperti itu," tegasnya, saat dihubungi MALANGTIMES melalui telepon, pada Selasa (3/11/2015) lalu.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Dia menilai, bahwa mahasiswa lulus dengan nilai yang telah ditetapkan dan memenuhi standar.
Namun, saat dikonfirmasi lebih lanjut terkait pernyataan seorang mahasiswa kedokteran UB yang mengakui adanya katrol nilai, Teguh enggan berkomentar lebih lanjut.
"Sudah ya, saya tidak mau berkomentar lebih jauh," ucapnya sebelum menutup telepon.
Sementara itu, dari hasil investigasi MALANGTIMES, dari pengakuan seorang mahasiswa berinisial ZA, saat ditemui di Perpustakaan UB, sepekan lalu, bahwa memang ada katrol nilai dengan campur tangan para petinggi pihak Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, yang dengan sengaja menyulap nilai 70 mahasiswanya yang memiliki nilai ujian minim menjadi lulus.
"Kok bisa ya mereka lulus. Padahal nilainya jelek. Bahkan ada yang mendapat nilai anatomi 30, tapi tetap diluluskan," jelas mahasiswa FKUB, berinisial ZA, kepada MALANGTIMES, saat ditemui di perpustakaan UB sepekan lalu.
Lulusnya 70 mahasiswa FKUB dengan cara katrol nilai itu jelas membuat iri para mahasiswa kedokteran lainnya, yang telah berjuang mati - matian mempersiapkan ujian untuk mendapatkan nilai memuaskan.
Menurut ZA, saat ini FKUB tidak hanya diburu mahasiswa yang memiliki idealisme, tapi juga diburu mahasiswa yang tidak berkualitas yang hanya mengejar prestise. Hal itu dibuktika dengan cara katrol nilai. "Hal itu dilakukan oleh pihak fakultas," akunya sembari menunjukkan beberapa barang bukti yang ia kantongi.
Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat
Sementara itu, dari pengakuan beberapa oknum dosen mengaku sangat kecewa dengan cara katrol nilah 70 mahasiswa tersebut. Mengapa? Sebab 70 mahasiswa FKUB tersebut memang sengaja dipaksakan lulus oleh pihak fakultas dengan alasan yang dinilai tidak rasional.
"Mereka tidak layak lulus. Tapi dipaksakan lulus. Ada katrol nilai, dan perubahan nilai tidak ada berita acaranya. Ini cukup memalukan bagi kita dan kampus UB," jelas salah satu dosen FKUB kepada tim investigasi MALANGTIMES, saat ditemui di rumahnya beberapa pekan lalu.
Dosen yang dikenal tegas ini membeberkan, bahwa rata - rata nilai dari 70 mahasiswa tersebut, adalah D dan E. Menurutnya, sebanyak 70 mahasiswa didikannya itu, sudah diberi kesempatan untuk mengikuti ujian perbaikan. Namun, tetap saja tidak mampu memperbaiki nilainya yang anjlok.
"Kalau ikut ujian perbaikan harusnya lebih baik. Tapi, mereka tetap dapat nilai D dan E," keluh dosen senior FKUB itu.
Lebih lanjut, dia menyayangkan adanya katrol nilai 70 mahasiswa FKUB itu. Menurutnya, calon dokter yang seharusnya mengutamakan kualitas, karena profesi dokter bukan sekedar gelar akademis jelas diabaikan. (BERSAMBUNG/Tim Investigasi)
