Indahnya Sunset dari tumpak Celeng dusun Bangak Desa Pelem Campurdarat (Foto: Dias Van Dhemit for Tulungagung TIMES)
Indahnya Sunset dari tumpak Celeng dusun Bangak Desa Pelem Campurdarat (Foto: Dias Van Dhemit for Tulungagung TIMES)

MALANGTIMES - Berburu suasana senja tampaknya kini menjadi aktivitas yang banyak dilakukan anak-anak muda. Di Tulungagung misalnya, tak sedikit yang sengaja datang ke Watu Payung untuk mengabadikan momen matahari terbenam.

Di daerah Watu Payung terdapat satu lokasi yang belum banyak dikunjungi pecinta senja, yakni puncak Tumpak Celeng. Dari lokasi tersebut, pesona pemandangan dan lansekap Tulungagung tampak indah berlatar langit kemerahan saat menjelang malam. 

Baca Juga : Libur Panjang, Cantiknya Pantai CMC Tiga Warna di Malang Bisa Jadi Pilihan

Keindahan puncak Tumpak Celeng tampak dari foto-foto yang diunggah oleh Dias Van Dhemit di media sosial. Warga asli Waung, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini membagikan banyak foto mempesona yang diambil saat senja. 

"Ini lokasinya tak jauh dari Watu Payung, di sini dikenal dengan sebutan puncak Tumpak Celeng," kata Dias, Selasa (10/11/2020).

Dias yang suka mengeksplorasi tempat indah dan tersembunyi ini menyebut, Tumpak Celeng pantas untuk menjadi alternatif penggemar foto untuk mengabadikan foto diri atau foto panorama.

Tumpak Celeng sendiri berada di Dusun Bangak, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Menurutnya, jika datang ke lokasi ini traveler tidak sulit menemukan karena sudah ada di aplikasi peta digital.

"Foto ini saya ambil saat senja, matahari berada di barat menjelang tenggelam," ungkap Dias yang mengaku mengabadikan momen itu dengan kamera hp miliknya.

Jika dalam kondisi terang atau tidak mendung, matahari dapat terlihat jelas di balik mendung putih yang melintas. Cahaya memerah sore membuat sinarnya menyirami permukaan bumi baik di Tumpak Celeng sampai persawahan dan pemukiman di dataran bawah.

Kepala Desa Pelem, Muji Alam saat dikonfirmasi mengatakan pembangunan akses jalan cor ke lokasi Tumpak Celeng dan Watu Payung belum bisa dialokasikan di dana desa. Pasalnya hingga kini, antara pihak desa dan Perhutani belum memiliki Perjanjian Kerjasama (PKS).

"Jalan naik itu merupakan swadaya masyarakat dan donatur. Rencananya tahun depan baru akan kita ajukan kerja sama dengan Perhutani," kata Muji Alam.

Baca Juga : Lewat Kereta Kelinci, Kuno Kini dan Nanti Kenalkan Sejarah Majapahit

Wisata di Watu Payung dan Tumpak Celeng diakui Pemerintah Desa Pelem sangat potensial untuk dikunjungi.

"Watu Payung ini sudah tren, sementara Tumpak Celeng berada tak jauh dari lokasi ini. Jika disatukan, maka nanti cukup satu tiket untuk mendapatkan akses ke tempat yang bagus itu," paparnya.

Disebutkan Muji Alam, Watu Payung dinilai punya keunikan dan disebut ajaib. Pasalnya, sebuah batu besar disangga oleh batu kecil dan kuat bertahan hingga ratusan tahun lamanya hingga berbentuk seperti payung.