Ratusan Wanita Ramai-Ramai Mandi di Sungai, Ada Apa?

Nov 06, 2020 10:45
Ratusan Wanita Ramai-Ramai Mandi di Sungai (Foto: IG gunung_luhur)
Ratusan Wanita Ramai-Ramai Mandi di Sungai (Foto: IG gunung_luhur)

MALANGTIMES - Sebuah video yang memperlihatkan ratusan wanita mandi di sungai menghebohkan media sosial. Tampak dalam video yang diunggah di akun Instagram @gunung_luhur, ratusan wanita mandi bersama di sungai dengan hanya menggunakan kain jarik.  

Mereka terdengar begitu gembira saat mandi dan bahkan saling melakukan cipratan air. Lantas sebenarnya apa yang dilakukan ratusan wanita itu dengan mandi bersama di sungai?

Baca Juga : Ada Wanita Peluk Mesra dan Duduk di Pangkuan "Ridwan Kamil", Ini Respons Istri Kang Emil

 

Aksi tersebut rupanya merupakan tradisi di Gunung Luhur, Kabupaten Lebak. Tradisi tersebut bernama Neres yang sudah dilakukan turun temurun sejak ratusan tahun lalu.  

"Konten ini mungkin sensitif untuk sebagian kalangan. Mohon dipahami dengan terbuka. Jika yang tidak berkenan, boleh diskip. Admin posting ini murni untuk tujuan mengenalkan jika masih ada tradisi adat yang unik yang masih lestari di Kabupaten Lebak. Postingan ini juga sudah mendapat persetujuan dari tokoh masyarakat setempat," begitu kalimat keterangan pada video tersebut.

Lebih lanjut, keterangan itu menjelaskan jika dengan video ini admin hanya ingin mengenalkan sebuah tradisi adat yang unik yang masih dilestarikan. Postingan ini pun sudah mendapatkan persetujuan oleh tokoh masyarakat setempat.  

Diketahui, peristiwa itu dilakukan pada Kamis (5/11/2020) di Sungai Cimadur, Kampung Ciusul, Desa Citorek Kidul, Kecematan Cibeber, Kabupaten Lebak.  

 

 

Tradisi Neres atau bersih-bersih tahunan ini diikuti oleh para gadis dan ibu-ibu desa setempat. Tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian Seren Taun Ciusul yang sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu.  

Dalam tradisi itu, para wanita melakukan mandi keramas dan membawa perkakas rumah tangga untuk dicuci. Uniknya, sampo yang digunakan mereka adalah jerami padi yang sudah dibakar.  

Menurut kepercayaan, tradisi ini dilakukan untuk menghilangkan penyakit seperti menyebarnya wabah penyakit, paceklik, setiap menanam padi atau pepohonan yang hasilnya tidak bagus.

"Bagi sebagian orang mungkin dianggap kurang sopan atau tabu. Tapi untuk di daerah Ciusul - Citorek Kidul, ini sudah menjadi tradisi ratusan tahun silam. Ini satu tradisi yang masih kami lestarikan," lanjut keterangan pada video itu.  

Melihat video itu, warganet pun memberikan berbagai komentar. Ada warganet yang mengatakan jika tradisi itu hanya boleh diikuti wanita yang suci alias tidak lagi haid dan melahirkan.

Baca Juga : Sakit-sakitan Sebatang Kara, Nenek Ini Harus Cari Rumput dan Tinggal Serumah dengan Sapi Titipan

 

@purnaesih123: "Tambahin min, yang boleh ikut mandi cuma perempuan yang suci (tidak lagi haid dan melahirkan)"

Lalu ada pula warganet yang justru ingin ikut untuk melakukan tradisi itu.  

@dede_herlambang10: "Jadi pengen pindah min kesana @gunung_luhur".

@sandal.jepit__: "Hmmm keren nih budaya".

@nci_ku: "Seru liat emak2 saling simbehan..."

 

Topik
Berita Unik
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru