Terkait Potensi Kampanye Hitam saat Pilkada, Sanusi: Masyarakat Sudah Cerdas

Nov 03, 2020 20:52
Calon bupati Malang dari paslon SanDi nomor urut 1, Sanusi (kemeja putih) ketika menyapa warga saat berkampanye di Kecamatan Bululawang.
Calon bupati Malang dari paslon SanDi nomor urut 1, Sanusi (kemeja putih) ketika menyapa warga saat berkampanye di Kecamatan Bululawang.

MALANGTIMES - Calon bupati Malang Sanusi dari pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) nomor urut 1 memilih untuk tidak terlalu menghiraukan jika ada upaya black campaign (kampanye hitam) yang menerjang dirinya. Alasannya, Sanusi beranggapan masyarakat Kabupaten Malang saat ini sudah cerdas serta bisa membedakan mana yang benar dan tidak.

”Saya tidak pernah menghiraukan black campaign it  karena masyarakt sudah sadar, sudah cerdas,” tegas Sanusi saat ditemui awak media di sela-sela agenda kampanye di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Selasa (3/11/2020).

Baca Juga : Begini Konsep BOSDA Versi Program Unggulan Malang Makmur dari Paslon SanDi

Menurut Sanusi, masyarakat Kabupaten Malang saat ini sudah bisa membedakan mana kabar yang terkesan “mendzolimi”  lantaran tidak sesuai dengan kenyataan. Oleh karenanya, jika dirinya dijadikan sasaran black campaign, maka Sanusi tidak khawatir bakal berdampak pada elektabilitasnya.

”Black campaign itu tidak akan berpengaruh kepada elektabilitas maupun kepada kepercayaan masyarakat,” sambung Sanusi.

Justru sebaliknya, lanjut Sanusi, jika ada pihak yang bakal melakukan upaya black campaign, biasanya serangan tersebut akan berbalik dan menimpa kepada sosok yang berupaya melakukan upaya yang menyalahi aturan tersebut.

”Masyarakat hanya bisa mengetahui fakta yang ada dan perbuatan yang nyata, kalau berita yang cenderung untuk mendzolimi seseorang itu malah terbalik biasanya. Masyarakat malah lebih kasihan kepada orang yang terdzolimi,” ucap Sanusi.

Seperti yang sudah diberitakan, saat kampanye di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Sanusi beserta rombongan “disambut” dengan spanduk yang terkesan syarat kepentingan.

Dalam spanduk berwarna putih tersebut, terpampang tulisan yang menyatakan masih ada jalan perkampungan yang rusak di Kabupaten Malang. ”Selamat datang bapak Bupati Malang dan rombongan, Awas !!! jalan masih rusak".  Itulah tulisan dalam spanduk yang tertulis dengan kombinasi warna hitam dan merah tersebut.

Meski demikian, Sanusi menganggap hal itu bukanlah upaya black campaign, melainkan hanya upaya masyarakat utuk menyampaikan aspirasinya kepada pemimpin Kabupaten Malang.

”Itu bagian dari aspirasi masyarakat yang harus kami sambut dengan tindakan, tidak perlu didebat. Itu hanya masyarakat menyampaikan (aspirasinya, red) dan itu memang kenyataan,” ujar Sanusi saat menanggapi spanduk bertuliskan akses jalan rusak tersebut.

Meski mengaku tidak terlalu ambil pusing perihal black campaign, Sanusi mengaku bakal menempuh jalur hukum jika memang dianggap telah menyalahi aturan dan ketetapan yang berlaku.

”Ya selama tidak menyangkut permasalahan pidana, ya kita biarkan saja. Tapi kalau sudah menyangkut pidana, kita punya hak hukum juga. Akan kita tindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga : Peduli Masyarakat, Cabup Sanusi Janjikan Bak Sampah dan Bantuan Modal Usaha

Apakah saat ini ada upaya black campaign atau pelanggaran pidana selama tahapan pilkada (pemilihan kepala daerah) berlangsung ?

Sanusi mengaku jika sepanjang sepengetahuannya, belum ada upaya pelanggaran hukum yang ditujukan kepada pasangan SanDi. ”Tidak ada, sampai saat ini belum ditemukan yang mengarah pada tindakan pelanggaran hukum pidana,” timpal Sanusi.

Alih-alih menyoroti perihal upaya black campaign, politisi yang pernah diamanahi sebagai wakil metua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang ini justru mengapresiasi para kandidat lainnya yang turut memeriahkan pesta demokrasi dalam gelaran pilkada Kabupaten Malang.

”Saya kira biasa semuanya. Wajar-wajar saja (tidak ada yang melakukan black campaign, red). Semua hanya berkompetisi dengan baik. Saya kira itu kontestasi pilkada yang mengarah pada pilkada damai,” ucap Sanusi.

Sekadar informasi, dalam kesempatan kampanye di Kecamatan Bululawang, semua elemen masyarakat didatangi oleh Sanusi untuk didengarkan aspirasinya. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, penggiat seni, hingga kelompok tani tidak luput dari jangkauan Sanusi saat berkampanye hari ini (Selasa 3/11/2020).

Terpantau, menjelang malam Sanusi beserta rombongan beranjak meninggalkan wilayah Kecamatan Bululawang, setelah seharian gayeng mendengarkan keluhan warga Kabupaten Malang.

 

Topik
Berita Malangcalon Bupati dan Wakil Bupati MalangSanusi Didik Gatot SubrotoKampanye HitamDPRD Kabupaten MalangPilkada Kabupaten Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru