2 Kali, Kota Malang Alami Deflasi di Bulan Oktober

Nov 02, 2020 15:21
Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo dalam rilis inflasi Oktober secara virtual (screenshot Zoom)
Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo dalam rilis inflasi Oktober secara virtual (screenshot Zoom)

MALANGTIMES - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat, Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,06 persen pada Oktober 2020 yang didorong dengan penurunan di sejumlah kelompok pengeluaran. 

Deflasi ini adalah kedua kalinya setelah sebelumnya pernah terjadi pada bulan yang sama di tahun 2019 lalu.

Baca Juga : Ambil Segera! Promo Rumah Harga Rp 270 Juta di Taman Tirta Malang Berakhir Besok

Kepala BPS Kota Malang Sunaryo, mengatakan, bahwa deflasi yang dialami pada bulan Oktober 2020 ini tergolong lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan beberapa kelompok mereka galang penurunan harga.

"Ini deflasi kedua di bulan yang sama tahun 2019 lalu. Jika pada bulan Oktober 2019 lalu deflasi sebesar 0,04 persen, saat ini di Kota Malang adalah 0,06 persen," kata Sunaryo.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Yaitu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,42 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,16 persen.

"D5isamping deflasi, ada komoditas yang menunjukkan inflasi. Tetapi dari semua itu memberikan hasil akhir agregat deflasi 0,06 persen," ucap Sunaryo.

Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah 0,01 persen, kelompok kesehatan 0,03 persen, kelompok transportasi 0,33 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,03 persen.

Baca Juga : UMP 2021 Tidak Naik, Pengusaha Berdalih Demi Keberlangsungan Bisnis

"Sementara itu kelompok dengan indeks stabil adalah kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran," imbuhnya.

Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari - Oktober) 2020 di delapan kota, IHK Jatim sampai dengan bulan Oktober 2020, Jember merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi. Yakni mencapai 1,27 persen. Sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Surabaya yang mengalami inflasi 0,62 persen. 

 

Topik
BPS kota malang deflasi kota malang Inflasi Kota Malang berita ekonomi malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru