MALANGTIMES - Kompetisi Liga 1 2020 yang resmi ditunda membuat pemain Arema FC berfikir dua kali untuk mengelola keuangannya. Seperti halnya Hendro Siswanto yang mulai menggeluti bisnis kuliner setelah gagal pada bisnis pakaian.
Diakui Hendro Siswanto, memang ia sengaja membuka bisnis kuliner karena istrinya suka dengan kuliner. Hal itu juga didukung karena pemain yang akrab dengan nomor punggung 12 itu gemar 'nyemil' ketika tidak ada kegiatan.
Baca Juga : Kini Hadir Nasi Tempong Khas Banyuwangi di Malang, Pedasnya Menampar Lidah!
"Yang suka bisnis kuliner istri sebenarnya, dan saya yang suka nyemil. Saya sendiri sebenarnya ingin bisnis kuliner masakan khas Tuban, tapi bude saya yang pinter masak tidak mau pindah ke Malang, akhirnya ya batal," kata Hendro.
Menurut Hendro, Tuban yang merupakan daerah kelahirannya membuat ia ingin mengembangkan melalui masakan. Karena baginya masakan khas Tuban cocok di lidah masyarakat khususnya Jawa Timur.
"Kalau secara cuaca, Tuban sangat panas, pasti jarang yang betah kalau di sana. Tapi kalau kulinernya memang enak-enak," ungkap Hendro.
Saat ini, Hendro Siswanto bisa dikatakan sedikit beruntung karena memulai bisnis tepat ketika sebelum PSSI memutuskan untuk menunda kompetisi Liga 1 2020. "Kalau berkembang saya ingin, tapi tidak sekarang. Karena kan baru mulai merintis, jadi saya mau lihat dulu bagaimana ke depannya usaha kuliner itu bagaimana di Kota Malang," ungkapnya.
Baca Juga : Jaga Cita Rasa, Lalapan Cak Tomo Langganan Pejabat dan Pesepakbola
Untuk diketahui, bisnis kuliner yang digeluti Hendro Siswanto saat ini adalah Hot Wings. Sebenarnya, kuliner Hot Wings bukan kuliner yang sebenarnya diinginkannya. Karena sebelumnya pemain berposisi sebagai gelandang bertahan itu ingin membuat usaha kuliner khas Tuban. Namun sayang, keluarganya yang jago memasak tidak mau pindah ke Malang sehingga ia harus memendam keinginan untuk mengembangkan bisnis tersebut.