Petugas saat berupaya memadamkan kebakaran di gudang dupa milik Sodikin (Foto : Istimewa)
Petugas saat berupaya memadamkan kebakaran di gudang dupa milik Sodikin (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Sodikin warga Dusun Sekar Putih, Desa Mendalan Wangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini, tak pernah menyangka jika gudang dupa miliknya ludes terbakar, Kamis (29/10/2020) tengah malam.

Alasannya, beberapa menit sebelum kejadian, pria 36 tahun ini mengaku sempat mengemasi barang dari depan gudang dupa yang berada tepat di sebelah rumahnya tersebut.

Baca Juga : Teror Keji Terjadi di Prancis hingga Tewaskan 3 Orang, Ini Sikap Pemerintah RI

”Kejadian (kebakaran) jam 21.30 WIB, sesaat sebelum kejadian saya sempat ikut tahlilan di rumahnya pak Lurah yang ada di sebelah rumah saya. Jadi tidak langsung pulang, masih ngobrol-ngobrol dulu. Perkiraan saya baru pulang dan tiba di rumah sekitar pukul 21.15 WIB,” ungkap Sodikin saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2020).

Sepulang dari acara tahlilan, lanjut Sodikin, dirinya sempat ke depan gudang dupa miliknya untuk mengambil timbangan yang lupa belum dimasukkan. Setelah mengambil timbangan, pria 36 tahun itu bergegas membawa timbangan ked alam rumahnya yang ada di samping gudang dupa miliknya.

”Pas ambil timbangan itu saya tidak mencium ada aroma terbakar, biasanya kalau ada yang terbakar apalagi dupa kan pasti tercium. Tapi pas saat itu tidak ada aroma terbakar sama sekali, tahu-tahu sekitar 10 menit setelah masuk kedalam rumah dikabari tetangga kalau gudang dupa saya terbakar,” ungkap Sodikin.

Sesaat setelah rumahnya diketuk dan mendapatkan kabar adanya kebakaran tersebut, Sodikin langsung menuju ke gudang dupa miliknya. ”Pas saya lihat api sudah rata, membakar hampir seluruh bangunan gudang. Saya yang heran itu, kok bisa langsung membesar, padahal baru saya tinggal sekitar 10 menit,” keluhnya.

Kepada media online ini, Sodikin mengaku sedikit ragu jika kebakaran dipicu karena adanya korsleting listrik. Sebab, beberapa jam sebelum kebakaran dirinya memastikan jika saklar meteran listrik yang mengarah ke gudang dupa miliknya, sudah dimatikan.

”Waktu membuat dupa ya hanya siang hari, jadi nyaris tidak ada kabel listrik didalam gudang. Mesin pembuat dupa seperti mesin pengayak dan mixer, sudah dimatikan. Soalnya setiap habis isya’ pasti saya matikan sekring meterannya, kan listriknya ikut meteran rumah. Tapi saklarnya saya pisah, jadi kalau malam yang di gudang dupa selalu saya matikan,” jelasnya.

Meski mengaku kemungkinan indikasi kebakaran disebabkan karena korsleting listrik sangatlah kecil, namun Sodikin mengaku memasrahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. ”Saya tidak mau Suudzon, kasusnya masih ditangani pihak kepolisian. Saya ini tadi juga barusan di telepon untuk ke kantor Polsek Wagir,” tuturnya.

Seperti yang sudah diberitakan, insiden kebakaran gudang dupa milik Sodikin ini terjadi pada Kamis (29/10/2020) malam. Butuh 3 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan PMK Kabupaten Malang, guna memadamkan kebakaran di lokasi kejadian. Sekitar 3 jam kemudian, api dipastikan padam.

Baca Juga : Gudang Dupa di Wagir Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Puluhan Juta Rupiah

”Kalau dihitung sama bangunannya, kerugiannya kemungkinan mencapai Rp 25 juta. Soalnya di dalam gudang selain ada mesin dan bahan baku pembuat dupa, juga ada pupuk milik orang tua saya,” keluhnya.

Selain mengalami kerugian hingga puluhan juta, Sodikin juga terancam kehilangan pekerjaannya yang dapat menghasilkan omzet mencapai jutaan rupiah. ”Dupa yang saya buat ini dijual ke Bali, biasanya sebulan bisa mendatangkan omzet Rp 15 juta hingga Rp 20 juta sesuai cuaca. Tapi karena tempat usaha saya terbakar, jadi terpaksa saya tolak orderan dari Bali itu,” kata Sodikin.

Kepada media Online ini, Sodikin mengaku jika dalam setiap ssatu minggu, dirinya selalu mendapat orderan dari Bali untuk memasok dupa sebanyak 3 ton. ”Rencananya saya akan merintis usaha lagi, mulai dari nol lagi. Mau gimana lagi, soalnya sudah terbakar,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Wagir, AKP Sri Widyaningsih, mengaku jika sampai saat ini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab terjadinya kebakaran yang terjadi di gudang dupa tersebut.

”Anggota masih melakukan penyidikan, kami masih mendalami hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan beberapa saksi,” pungkasnya saat dikonfirmasi Jumat (30/10/2020) malam.