Destinasi wisata Hutan Pinus Semeru yang berada di Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Destinasi wisata Hutan Pinus Semeru yang berada di Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Banyak sekali destinasi wisata alami yang ada di Kabupaten Malang. Salah satunya destinasi wisata Hutan Pinus Semeru (HPS) yang berlokasi di Desa Sumberputih, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. 

HPS merupakan pilihan yang tepat untuk masyarakat yang sudah bosan dan lelah dengan keriuhan jalanan. Suasana yang sunyi, rindang dan sejuk, menambah ketenangan yang dapat diperoleh jika para wisatawan ingin melancong ke wilayah Wajak. 

Baca Juga : Libur Panjang, Cantiknya Pantai CMC Tiga Warna di Malang Bisa Jadi Pilihan

 

Terlebih lagi bagi para wisatawan penghobi ketenangan, HPS merupakan pilihan tepat. Berlokasi di Lereng Gung Semeru, menambah kesejukan dan yang pasti hawa dingin juga kerap kali menyelimuti wisatawan yang berniat mampir ke HPS. 

Selain untuk mendapatkan ketenangan, HPS juga menyediakan spot-spot foto bagi wisatawan yang gemar dengan fotografi dengan konsep alam. 

Untuk sampai ke tempat wisata HPS ini, wisatawan dapat menempuh waktu sekitar 1 jam dari area Kota Malang. Sesampainya di sana, sudah tertata dengan rapi lahan parkir untuk kendaraan. Untuk sepeda motor dikenakan biaya parkir Rp 5.000 dan untuk mobil dikenakan biaya parkir sebesar Rp 10.000. 

Sedangkan tiket masuk ke HPS Wajak adalah Rp 5.000 per orang. Uang tiket itu digunakan untuk pengelolaan destinasi wisata HPS. Setelah itu, wisatawan dapat berswafoto, membaca buku atau menikmati secangkir kopi yang telah tersedia di warung yang berada di destinasi wisata HPS. 

Setelah menikmati kekayaan alam yang sangat luar biasa dari Sang Pencipta, wisatawan juga dapat menikmati makanan atau pun minuman di salah satu warung yang tersedia di kawasan HPS. Bagi wisatawan yang ingin ke kamar mandi, pengelola telah menyediakan toilet di sudut destinasi wisata HPS. 

Tak perlu khawatir, bagi wisatawan yang beragama Islam. Di HPS Wajak terdapat musala yang disediakan oleh pengelola untuk beribadah. 

Ketua pengelola destinasi wisata HPS, Fathurrozi Zainul Ansori, mengatakan bahwa kemunculan destinasi wisata HPS pertama kali muncul di tahun 2017 yang dicetuskan oleh pemuda Desa Sumberputih bersama mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Muhammadiyah Malang. 

"Kawasan Hutan Pinus Semeru ini awalnya iseng-iseng pemuda desa dan dibantu anak KKN dari UMM, waktu itu. Karena awalnya anak-anak KKN ini bingung mau buat program apa di desa ini. Akhirnya saya ajak kemari buat melihat lokasi ini (Hutan Pinus Semeru, red)," jelasnya. 

Zainul -sapaan akrabnya- mengungkapkan, bahwa sebelum diresmikan sebagai destinasi wisata, di lokasi HPS seringkali digunakan sebagai jalur pendakian dan menjadi tempat camping ground bagi para pendaki. 

Baca Juga : Genjot Perekonomian, Kampung Topeng Jadi Alternatif Wisata Kota Malang di Tengah Pandemi

 

Dengan adanya sinergitas antara pemuda desa dan mahasiswa KKN, dikatakan Zainul, bahwa dirinya akhirnya menambah beberapa fasilitas untuk memperindah dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan. 

"Kita beli payung dan nyewa hammock. Kita gantung payung sama hammock dan kita share di media sosial. Akhirnya banyak penggemar jadi terus dikembangkan," terangnya. 

Adanya destinasi wisata HPS sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar Desa Sumberputih, yakni mengembangkan roda perekonomian masyarakat. Diantaranya penjualan bunga oleh masyarakat yang kerap laris dibeli oleh wisatawan yang mencari oleh-oleh atau kenang-kenangan. 

Sementara itu, meskipun telah dibuka untuk wisatawan umum, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, mengatakan, bahwa yang paling terpenting saat ini adalah penerapan protokol kesehatan. 

"Satgas yang berada di wilayah destinasi wisata agar selalu berkoordinasi dengan pihak pengelola terkait penerapan protokol kesehatan agar tidak terjadi kluster baru," ujarnya. 

Hal ini dilakukan juga untuk mendukung upaya pemerintah yang berkomitmen untuk mencegah persebaran Covid-19 dan mulai kembali menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Agar tidak semakin terpuruk akibat pandemi Covid-19. 

"Sewaktu-waktu akan diadakan sidak dari Polres Malang, Kodim 0818 Malang-Batu dan instansi terkait terkait pelaksanaan protokol kesehatan di masing-masing detinasi wisata," pungkasnya.