Salah satu tarian tradisional dari Kota Batu yang ditarikan di Graha Pancasila, Rabu (28/10/2020).
Salah satu tarian tradisional dari Kota Batu yang ditarikan di Graha Pancasila, Rabu (28/10/2020).

MALANGTIMES - Kongres Kebudayaan Kota Batu tahun 2020 telah berakhir setelah 13 hari lamanya digelar di Balai Kota Among Tani dan GOR Gajah Mada. Pada Rabu (28/10/2020) kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata Kota Batu bersama Dewan Kesenian Kota Batu resmi ditutup di Graha Pancasila.

Penutupan pun ditutup dengan manis lantaran mendapatkan apresiasi dari Wakil Walikota Batu Punjul Santoso dan Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur Sinarto, saat menghadiri acara tersebut. 

Graha-Pancasilaabb9e18bd8841717.jpg

Selain digelar dengan aksi kesenian tradisional, mulai dari tarian dan musiknya, tidak ketinggalan lukisan abstrak di kongres kebudayaan Kota Batu telah memecahkan rekor dunia.

Baca Juga : Lepas Alas Kaki, Wali Kota Batu Sukseskan Pemecahan Rekor Melukis Abstrak

Ya lukisan abstrak yang dibuat oleh seniman international asal Pasuruan Jupri Abdullah bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berukuran 3x19 meter itu dipajang dengan apik di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani.

Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, mengatakan, kegiatan bertemakan ‘Ragam Budaya Desa Berdaya Kota Berjaya’ itu mampu ditampilkan dihadapan masyarakat dengan maksimal dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Batu.

“Memberikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata terutama teman Dewan Kesenian Kota Batu yang baru pertama menggelar kongres kebudayaan ini,” ucapnya.

tarian-tradisional-dari-Kota-Batu-yang-ditarikan-di-Graha-Pancasila-181deecad6e1c7f6c.jpg

“Ini merupakan cikal bakal seluruh nilai budaya yang ada dari RT dan RW yang bisa dikalaborasikan. Dan menjadi salah satu pedoman di Perda-kan jadi satu aturan yang tidak terpisahkan,” tambah pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu ini.

Ke depan bagi yang memiliki potensi kebudayaan bisa mengkomunikasikan kepada pemangku daerah di desa/kelurahan. Supaya potensi tersebut bisa tersalurkan dan dapat difasilitasi.

“Melalui pemangku adat di desa untuk mengkomunikasikan dan menyampaikan ke wali kota, difasilitasi pemangku adat. Karena harapannya permasalahan budayawan lewat kongres ini berkolaborasi dengan visi dan misi,” harapnya.

tarian-tradisional-dari-Kota-Batu-yang-ditarikan-di-Graha-Pancasila-25ea64c1837ce26ef.jpg

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, Kota Batu memiliki beragama potensi kebudayaan yang perlu diangkat dan dikembangkan melalui program Kongres Kebudayaan ini. Yang nantinya akan digelar setiap 2 tahun.

Baca Juga : Kalaborasi Dinas Pariwisata dengan Dewan Kesenian Kota Batu, Pecahkan Rekor Dunia Melukis Abstrak

“Potensi kebudayaan di Kota Batu luar biasa mulai dari situs, permainan tradisional, teknologi tradisional, seni budaya, dan sebagainya. Kota batu memiliki potensi yang sangat luar biasa dan layak dikembangkan,” terangnya.

Terlebih dengan adanya wadah Kongres Kebudayaan, lanjutnya, didorong dengan pekan kebudayaan memberikan kesempatan kepada pelaku kebudayaan di Kota Batu terus berkiprah.

Menurutnya dengan penyerahan rekomendasi tentang pengembangan kebudayaan di Kota Batu saat penutupan itu tentunya menjadi sebuah hal yang penting. 

“Kita akan mengembangkan sumber daya manusia, sarana prasarana, didukung dengan banyak event,” tutupnya.