Giveaway Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang. (Foto: MalangTIMES)
Giveaway Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang. (Foto: MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) kini berusia ke-59. Dalam rangka Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang yang ke-59 ini, media online mainstream pertama di Malang, MalangTIMES bekerja sama dengan UIN Maliki Malang mengadakan giveaway voucher hotel berbintang 4 di Malang.

Voucher tersebut ialah voucher menginap sekaligus breakfast di HARRIS Hotel & Conventions. Satu voucher bisa untuk dua orang.

Baca Juga : Naruto Mati Jadi Trending, Beredar Meme Kocak hingga Tanggapan Ustaz Yusuf Mansur

Giveaway ini bisa diikuti oleh mahasiswa dan juga alumni UIN Maliki Malang. Caranya, dengan mengunggah foto yang kalian punya yang berkaitan dengan UIN Malang. Misalnya foto logo, gedung kuliah, foto kegiatan semasa kuliah, foto saat menjalani kehidupan di ma'had, kuliah online, dan lain-lain.

Untuk captionnya, berkaryalah sebebasnya, tentu harus berkaitan dengan segala sesuatu di kampus UIN Maliki Malang. Misal, tentang kenangan semasa kuliah, keasyikan saat kuliah, prestasi kalian, keseruan kuliah online, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, beri hashtag #uinmalangdihati dan #giveawaymalangtimes. Lalu, tandai 3 teman kalian dan unggah!

Untuk memperoleh kesempatan mendapatkan giveaway ini, kalian juga harus follow Instagram @malangtimes, @jatimtimesnetwork, dan @uinmlg.

Sebagai catatan, akun jangan sampai di-private dulu, ya!

Giveaway ini berlaku sampai tanggal 6 November 2020 nanti. Pengumuman akan dirilis tanggal 7 November 2020.

Untuk diketahui, tema Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang kali ini adalah "Revolusi UIN Maliki Menuju Smart Islamic University". Sesuai dengan tema itu, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menekankan, bahwa Dies Maulidiyah kali ini merupakan tonggak UIN Malang untuk melakukan revolusi. 

"Ini usia yang dewasa dan yang pertama adalah bagaimana UIN Maulana Malik Ibrahim bisa mengelola lebih baik dengan penyediaan SDM yang cukup, terutama dari unsur dosen bisa memenuhi jabatan guru besar dan harus ada prodi-prodi unggulan yang bertaraf internasional," ucapnya, Selasa (27/10/2020).

Untuk meningkatkan kualitas SDM ini, saat ini kampus pun sedang menjalankan program percepatan guru besar. Sementara untuk prodi, empat prodi UIN Malang baru saja menjalani visitasi sertifikasi The ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Keempat prodi tersebut adalah Biologi (Fakultas Saintek), Manajemen (Fakultas Ekonomi), Al-Ahwal Al-Syakhsiyah/Hukum Keluarga Islam (Fakultas Syariah), serta Bahasa dan Sastra Arab (Fakultas Humaniora).

Baca Juga : Ada Wanita Peluk Mesra dan Duduk di Pangkuan "Ridwan Kamil", Ini Respons Istri Kang Emil

Rektor yang terkenal gemar menulis puisi tersebut beberapa waktu yang lalu juga sempat menjelaskan, bahwa angka 59 merupakan angka yang sangat mistis dan sakti.

Angka 5, kata dia, mengisyaratkan persatuan dalam perbedaan, seperti halnya jari-jari manusia, sila dalam Pancasila, juga rukun Islam yang menunjukan angka tersebut. Hingga ditarik benang merah bermakna perbedaan yang menjadi persatuan. Sementara itu, angka 9 merupakan angka yang paling tinggi yang berarti puncak gemilang sangat tinggi.

"Puncaknya adalah ketika kita membangun persatuan itu," terangnya.

"Jadi makna Dies Maulidiyah ke-59 itu adalah dengan persatuan akan digapai puncak kemajuan," pungkasnya.