Situasi salah satu ruas jalan yang mengalami kepadatan. (Doc MalangTIMES)
Situasi salah satu ruas jalan yang mengalami kepadatan. (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kepadatan lalu lintas di Kota Malang saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad dan cuti bersama, mulai Rabu (28/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020), sudah diantisipasi pihak Satlantas Polresta Malang Kota. Salah satunya, bisa jadi satlantas akan mengabaikan traffic light di beberapa titik di Kota Malang.

Namun jangan salah dulu. Diabaikannya traffic light tersebut tak serta merta dilakukan setiap saat ataupun bukan sengaja dilakukan untuk melanggar aturan lalu lintas. Namun pengabaian traffic light tersebut disengaja untuk memperlancar arus lalu lintas bilamana terjadi kepadatan volume kendaraan pada ruas jalan.

Baca Juga : Pulang Kunker, Anggota DPRD Kota Malang Alami Kecelakaan

"Jika memang nantinya volume kendaraan begitu padat, kami akan mengabaikan traffic light. Kami akan lakukan diskresi kepolisian. Tentunya agar kegiatan masyarakat lebih lancar dan lebih cepat sampai ke tujuan," jelas Kasatlantas Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution, Senin (26/10/2020).

Namun bilamana situasi lalu lintas berjalan lancar dan tidak terjadi kepadatan, maka tentunya fungsi dan adanya traffic light tetap harus dipatuhi. 

Meskipun begitu, satlantas tetap mengharapkan agar masyarakat berliburan di rumah mengingat saat ini masih dalam masa pandemi. "Tetap dirumah dan jaga kesehatan," terangnya.

Mengenai prediksi kepadatan arus lalu lintas saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad dan juga cuti bersama, pihak satlantas memprediksi terjadi peningkatan sekitar 70 persen. "Melihat libur beberapa bulan lalu, yang kami lihat ada peningkatan sekitar 70 persen,"ungkapnya.

Untuk itu, jajaran Satlantas Polresta Malang Kota telah melakukan persiapan 142 personel untuk turun kelapangan. Sebanyak 142 personel itu tersebut nantinya akan ditempatkan pada jalur-jalur pendukung atau jalur yang memang menjadi lintasan arus lalu lintas menuju lokasi wisata ke Kota Batu maupun ke Kabupaten Malang.

"Ke-142 personel ini akan kami turunkan secara bergantian dan disebar. Mulai  Selasa sore sudah diturunkan karena memang sudah menjadi atensi hingga Minggu," bebernya.

Jalur yang nantinya menjadi atensi yakni di kawasan traffic light LA Sucipto dan juga traffic light Borobudur. Sebab, jalur tersebut diprediksi akan lebih sering dilalui mulai dari Jalan Ahmad Yani, terus  Jalan Soekarno-Hatta menuju Dinoyo, lanjut ke Dau dan kemudian ke Kota Batu.

Baca Juga : 15 Pelajar Dicegah Polisi Saat Akan Gabung Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Handi Priyanto menambahkan, pada saat libur panjang nantinya, petugas ATCS nantinya akan bekerja lebih ekstra untuk mengantisipasi kepadatan volume kendaraan. Petugas nantinya akan disiagakan dari pagi hingga malam pada titik-titik tertentu.

"Kami siagakan dari pagi sampai malam mengantisipasi kemacetan. Karena pengaturan otomatis ada maksimalnya. Kami sudah ada ATCS dinamis di pusat kota atau exit tol. Misal 15 detik merah. Tapi kalau sepi, nggak sampai 15 detik. Kami patok di angka maksimal 90 detik. Walaupun ekor masih panjang, di situ yang dibutuhkan operator untuk melakukan diskresi sistem maksimal yang ada," bebernya.

Selain menugaskan operator ATCS, petugas di lapangan disiapkan manakala pada sistem pusat kendali sudah tidak mampu. Maka yang dilakukan adalah pengaturan manual di lapangan oleh petugas dari Dishub dan juga petugas kepolisian.

"Kami memmag nggak bisa melarang ornag berlibur. Namun kami harapkan bila memang berpergian, masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan," pungkasnya.