Pelajar saat diamankan sementara oleh Polisi.(Hendra Saputra/MalangTIMES)
Pelajar saat diamankan sementara oleh Polisi.(Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejumlah pelajar diamankan pihak kepolisian saat akan bergabung mengikuti demonstrasi tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kota Malang. Mereka langsung dikumpulkan sementara agar bisa dibedakan dengan kelompok mahasiswa, buruh atau yang lain.

Di tengah orasi yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa dan kaum buruh, sekitar 15 pelajar dicegah oleh pihak kepolisian agar tidak bergabung dengan pendemo lainnya. Namun saat diamankan, beberapa perwakilan dari mahasiswa menghampiri dan membela mereka.

Baca Juga : Bendera Aremania Berjajar di Rute Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ada Apa?

 

Saat dicegah, para pelajar itu ditanya satu persatu oleh polisi apa tujuan mereka ingin bergabung dengan pendemo lainnya. Mayoritas menjawab bahwa mereka mengikuti ajakan temannya untuk bergabung demo.

"Kami tahu apa tujuan abang-abang mahasiswa demo seperti ini?," tanya salah satu anggota polisi. "Tidak tahu pak, saya hanya ikut teman," jawab salah satu pelajar yang diamankan.

Dari interogasi yang dilakukan, dari pelajar tersebut ditemukan sejumlah alat untuk melakukan demo seperti pasta gigi hingga stick pancing. Saat diperiksa lebih dalam, tidak ditemukan alat berbahaya lainnya yang digunakan untuk mengikuti demo.

Beberapa perwakilan mahasiswa yang membela tersebut memberikan sejumlah argumen kepada polisi agar para pelajar tersebut dibebaskan. "Jika mereka tidak bawa bahan berbahaya tolong dibebaskan, kami bertanggung jawab di lapangan," kata salah satu mahasiswa.

Baca Juga : Hadapi Aksi Demo Besok, Satlantas Polresta Malang Kota Siapkan Rekayasa Lalin

 

Kini para pelajar tersebut masih diamankan sementara oleh polisi di dekat pendemo berorasi di perempatan Rajabali.