Wali Kota Malang Sutiaji (berdiri) saat menyampaikan Penjelasan Wali Kota Malang Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Tahun Anggaran 2021 (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (berdiri) saat menyampaikan Penjelasan Wali Kota Malang Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Tahun Anggaran 2021 (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang 2021 sudah dibahas. Kali ini, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang adalah sebesar Rp 1,8 triliun. Sementara untuk proyeksi belanjanya mencapai Rp 1,9 triliun.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, setelah melalui beberapa tahap pembahasan, maka proyeksi PAD Kota Malang tahun depan adalah Rp 1,8 triliun. Dengan rincian, target pajak 2021 sebesar Rp 511 miliar, target retribusi daerah sebesar Rp 45 miliar, target hasil pengelolaan kekayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp 36 miliar, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 47 miliar.

Baca Juga : Genjot Angka Kepatuhan WP di Tengah Pandemi, Begini Upaya Bapenda Kota Malang

"Kemudian untuk pendapatan transfer di 2021 diproyeksikan sebesar Rp 1,1 triliun dan lain-lain pendapatan daerah yang sah diproyeksikan Rp 93 miliar," katanya dalam rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Penjelasan Wali Kota Malang Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Tahun Anggaran 2021, Senin (26/10/2020).

Sementara untuk belanja daerah sepanjang 2021 dialokasikan mencapai Rp 1,9 triliun. Rinciannya adalah Rp 1,7 triliun untuk belanja operasional, Rp 923 miliar untuk belanja pegawai, Rp 710 miliar untuk belanja dan jasa, dan Rp 104 miliar untuk belanja hibah.

Kemudian untuk belanja bantuan sosial dialokasikan Rp 13 miliar, belanja modal sebesar Rp 129 miliar, dan belanja tidak terduga (BTT) dialokasikan sebesar Rp 71 miliar. Anggaran BTT salah satunya diproyeksikan untuk penanganan Covid-19.

Lebih jauh Sutiaji menerangkan, jika proyeksi pendapatan dan belanja untuk APBD 2021 tersebut memiliki defisit sekitar Rp 78 miliar. Defisit anggaran itu menurut Sutiaji akan ditutup dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang sebelumnya tercatat Rp 103 miliar dan telah digunakan Rp 25 miliar.

"Maka kami akan tutup defisit tersebut dengan SiLPA," jelasnya.

Baca Juga : Seleksi CPNS 2021 Bakal Segera Dibuka, Berikut Informasinya!

Lebih jauh Sutiaji menerangkan jika proyeksi APBD Kota Malang tahun 2021 tersebut belum mencantumkan anggaran transfer dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, baik pemerintah pusat maupun provinsi Jatim belum mengeluarkan kebijakan atas besaran anggaran yang ditetapkan.

"Tapi kami dapat kabar jika nilai transfer Kota Malang tahun ini naik, sekitar Rp 80 miliar dan kami urutan ke dua tertinggi," pungkansya.