Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Pada awal melakukan dakwah, Rasulullah SAW mendapatkan banyak tentangan dari kaum kafir. Peperangan bahkan tak bisa dihindarkan pada masa awal-awal pengenalan ajaran Islam. Dalam setiap peperangan yang dilakukan pun, Rasulullah SAW dan pasukan muslim selalu bertemu dengan banyak musuh yang kuat dan pemberani.

Salah satunya adalah Amr bin Abd Wud, sosok yang sangat terkenal akan kekuatan dan keberaniannya. Rasulullah SAW dan para sahabat bertemu Amr dalam Perang Khandak. Ketika itu, peperangan pun dimenangkan oleh pasukan muslimin.

Baca Juga : Seorang Yahudi Pencuri Masuk Islam Usai Disidang Gara-Gara Baju Perang

Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff dalam sebuah kajian menyampaikan, dalam sebuah riwayat disebutkan, ketika Amr berdiri di sebuah karpet dan ada 40 orang yang menariknya, maka Amr tidak akan goyah dari tempatnya tersebut. Karena kekuatannya yang luar biasa akan membuat Amr bertahan.

Ketika Perang Khandak berlangsung, Amr meminta kepada Rasulullah SAW untuk melakukan perlawanan satu lawan satu. Maka Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Siapa yang mau melawan Amr bin Abd Wud?”

Maka Ali bin Abi Thalib yang ketika itu masih berusia 16 tahun maju dan mengatakan jika ia mau melawan Amr. Namun oleh Rasulullah SAW tak dihiraukan karena usia Ali yang masih muda. Selain itu, di tempat tersebut juga ada beberapa sahabat lain yang lebih tua dan kuat seperti Umar bin Khattab dan lain sebagainya.

Lalu Amr kembali memaksa dan berkata, “Apakah tidak ada seorangpun muslim yang berani melawan saya?”

Mendengar itu, Ali semakin geram dan kembali meminta kepada Rasulullah SAW untuk bisa melawan Amr. Lalu Rasulullah SAW berkata, “Dia Amr bin Abd Wid wahai Ali.”

Baca Juga : Kisah Ali yang Bersedekah Dua Dirham dan Diganti 20 Dirham Secara Kontan

Lalu Ali menjawab, “Tapi saya Ali bin Abi Thalib ya Rasulullah SAW.” Maka Rasulullah SAW memakaikan imamah kepada Ali dan membiarkan Ali melawan Amr. Dalam riwayat, pedang yang digunakan Ali jauh lebih panjang ketimbang tubuh Ali sendiri. Namun tekadnya yang kuat sama sekali tak menyurutkan nyali Ali.

Amr berkata kepada Ali siapa dia, dan Ali mengatakan jika ia adalah putera Abi Thalib. Mendengar itu, Amr mengatakan jika ayahnya tersebut merupakan teman dari Amr, maka Amr menolak melawan Ali yang masih kecil. Namun Ali kemudian berkata, “Tapi saya mau membunuh kamu.”

Maka pada akhirnya duel tersebut terjadi dan Amr mati ditangan Ali bin Abi Thalib yang saat itu usianya masih sangat belia, 16 tahun. Kekuatan besar Amr dikalahkan oleh kemauan dan keyakinan besar Ali terhadap Allah SWT. Ini merupakan contoh bahwa banyak sahabat yang mulia sejak masih berusia muda.