Angkutan umum di Terminal Kota Batu (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)
Angkutan umum di Terminal Kota Batu (Foto: Irsya Richa/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Program angkutan gratis untuk pelajar di Kota Batu harus tertunda lantaran pandemi Covid-19. Namun Paguyuban 9 Jalur Angkutan Kota Batu tetap melakukan kajian terkait jalur baru untuk fasilitas tersebut. 

Ada tiga jalur baru yang telah dikaji oleh Paguyuban 9 Jalur Angkutan Kota Batu untuk melayani para pelajar, jika program ini terwujud. Beberapa jalur yang dimekarkan itu yakni, jalur Batu-Sumberejo yang melewati Dusun Santrean dengan 7 armada. 

Baca Juga : Proyek Kereta Gantung di Kota Batu Diprediksi Terwujud Tahun 2021

"Sebab di sana terdapat SMKN 3 Batu namun selama ini tidak tersentuh dengan angkutan, sehingga jalur baru akan ada di sana," kata Ketua Paguyuban 9 Jalur Angkot Kota Batu, Heri Junaedi. 

Kemudian jalur selanjutnya Batu-Selecta yang nantinya melewati Dusun Gundu, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji. Berikutnya, juga tengah dikaji pemekaran jalur Batu-Junrejo-Dau-Landungsari yang nantinya melewati Jalan Hasanuddin Kecamatan Junrejo. Sebab jalur itu ada SMAN 2 Batu. 

"Beberapa kajian baru ini dasarnya untuk memberikan pelayanan kepada pelajar dengan maksimal, supaya program ini nantinya bisa menyentuh semua pelajar," imbuhnya. 

Nantinya angkutan gratis itu dilakukan dengan memberikan kupon pulang-pergi kepada pelajar yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut. "Mudah-mudahan program ini bisa terealisasi tahun depan," harapnya. 

Terpisah Wali kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, dengan program ini, bukan hanya pelajar yang diuntungkan. Tetapi sopir angkutan juga bisa menambah penghasilan. 

“Melihat memang saat ini minat pelajar maupun masyarakat untuk naik angkutan cukup rendah. Sehingga ini cara kami untuk menyejahterakan sopir angkutan,” kata istri Eddy Rumpoko ini.  

Baca Juga : Hingga Oktober 2020, Terjadi 22 Laka Lantas di Wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya

Dengan adanya program tersebut, juga selaras dengan sistem jalur zonasi yang susah diterapkan sejak tahun 2019 silam. Dengan demikian siswa akan lebih mudah untuk rute transportasi dari rumah siswa ke sekolah.  

"Ini juga selaras dengan jalur zonasi yang sudah kami terapkan tahun ini. Jadi lebih mempermudah berlangsungnya angkutan gratis pelajar,” jelasnya.  

Nanti angkutan umum yang akan ditumpagi pelajar secara cuma-cuma itu lanjut Dewanti, akan diberi stiker. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pelajar tingkat SD sampai SMA saat berangkat dan pulang sekolah. 

“Untuk ketentuan sekolah negeri dan swasta ini tidak kami batasi, jadi semuanya. Dan bisa dimanfaatkan hanya di jam tertentu," tutupnya.