Hans Jost Austria’s Cable Car Supplier and Manufacter saat mensosialisasikan proyek kereta gantung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani tahun 2019. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Hans Jost Austria’s Cable Car Supplier and Manufacter saat mensosialisasikan proyek kereta gantung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani tahun 2019. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Adanya pandemi covid-19 dan masa pemulihan ekonomi membuat salah satu proyek terbesar Pemkot Batu yakni kereta gantung harus tertunda pada tahun ini. Namun penundaan itu tidak berlangsung lama, karena pada tahun 2021 proyek tersebut akan digarap.

“Proyek kereta gantung paling cepat digarap tahun mendatang. Karena tahun ini sudah tidak memungkinkan, tahun depan akan dijadwal ulang,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Baca Juga : Kendalikan Arus Lalu Lintas, Pemkot Batu Pasang 5 ATCS, Siapkan Dana Rp 10 Miliar

 

Seharusnya tenaga ahli dari Austria pada bulan Mei lanjut Dewanti, datang ke Kota Batu. Kehadirannya ke Kota Batu itu untuk melihat kondisi kontur tanah untuk keperluan menancapkan tiang-tiang untuk kereta gantung.

Tetapi rencana itu gagal dilakukan lantaran pandemi Covid-19. “Semula rencananya seperti itu tapi gak bisa karena pandemi Covid-19. Sehingga akan kami lihat lagi ke depan seperti apa,” imbuhnya.

Hanya saja, Pemkot Batu akan mengkaji ulang proyek kereta gantung termasuk dengan anggaran yang digunakan. “Semua akan di-Review dulu termasuk dengan berapa Budget-nya. Semoga bisa tahun depan,” jelas istri Eddy Rumpoko ini.

Ia pun berharap pada tahun 2021 mendatang proyek kereta gantung dapat dilakukan. Padahal jika tidak ada halangan, proyek terbesar ini ditargetkan akan terwujud pada akhir tahun 2020.

Baca Juga : Hingga Oktober 2020, Terjadi 22 Laka Lantas di Wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya

 

Jadi, tahun 2021 mendatang kereta gantung ini sudah dapat dinikmati wisatawan yang hadir di Kota Batu. Dengan taksiran proyek kereta gantung itu menghabiskan anggaran sebesar Rp 300-400 miliar. 

Untuk diketahui, pada Februari lalu kebijakan tentang pembangunan keretai gantung tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Perubahan Perda (Peraturan Daerah), RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), dan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2021.