Calon Bupati Malang Sanusi dari Paslon nomor urut 1 SanDi (berdiri) saat berdialog dengan kelompok tani yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)
Calon Bupati Malang Sanusi dari Paslon nomor urut 1 SanDi (berdiri) saat berdialog dengan kelompok tani yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Menjadi wilayah terbesar kedua di Jawa Timur, membuat Kabupaten Malang memiliki segudang potensi. Terutama di sektor pertanian. Sektor itulah yang juga akan dimaksimalkan oleh paslon dari nomor urut 1, SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) untuk mewujudkan Malang Makmur.

”Di Kabupaten Malang memiliki banyak sekali potensi di sektor pertanian, seperti misalnya pada wilayah Desa Taji di Kecamatan Jabung. Di sana (Desa Taji) merupakan pusat pertanian sayur mayur dan juga kopi,” ungkap Calon Bupati Malang dari paslon SanDi nomor urut 1, Sanusi saat ditemui media online ini di sela agenda kampanye beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Bukan Sekadar Kampanye, SanDi Bakal Tepati Janji Politik Lewat RPJMD

Sadar dengan potensi tersebut, paslon SanDi berjanji akan menyerap seluruh aspirasi kalangan petani di Kabupaten Malang. Di mana, dari hasil dialog yang dilakukan baik saat berkampanye maupun sebelum cuti sebagai Bupati Malang, Sanusi mengaku sering mendapatkan masukkan untuk mempermudah proses distribusi pupuk dan bibit pertanian.

”Program tani itu, saya nanti akan mengikuti apa yang menjadi kebutuhan para petani untuk diafiliasi. Sehingga segala kebutuhan petani di Kabupaten Malang bisa terpenuhi, utamanya dalam pengadaan bibit dan juga pupuk yang sekarang lagi langka karena Covid-19,” ungkap Sanusi.

Berapa kuantitas pupuk dan bibit pertanian yang akan dialokasikan ?, pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini mengaku akan memggelontorkan sesuai dengan kebutuhan para petani. Namun dengan ketentuan dan regulasi yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

”Tergantung kebutuhannya yang diminta petani apa, sekarang itu kita akan penuhi sesuai kebutuhan petani. Kita upayakan akan ada terobosan baru sesuai dengan instruksi dari Kementrian Pertanian,” ungkap Abah Sanusi.

Untuk terobosan baru yang disiapkan tersebut, menurut Sanusi, adalah terkait gagasan untuk membeli pupuk bersubsidi tanpa harus menggunakan kartu tani yang selama ini dianggap menyusahkan para petani. Terutama petani kecil yang hanya memiliki lahan kurang dari 1 hektare.

Sebagai gantinya, untuk proses distribusinya, dijelaskan Sanusi, akan disalurkan melalui kelompok tani dan dinas terkait yang ada di Kabupaten Malang. ”Untuk pembelian pupuk menggunakan kartu tani nanti masih akan kita bicarakan lagi. Tapi yang jelas proses distribusi pupuk bisa melalui kelompok taninya, lewat Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang tentunya sudah melalui pengawasan Dinas Pertanian dan Holtikultura,” pungkas Abah Sanusi.

Baca Juga : Ketum PKB Hadir Langsung ke Malang, Ungkap Kunci Pemenangan Paslon LaDub

Gagasan yang diusung Paslon SanDi ini, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Choirul Anam selaku Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Malang. Ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Anam meminta kepada pemerintah untuk menambah alokasi distribusi pupuk bersubsidi.

Alasannya, saat memasuki musim hujan dan panen seperti saat ini, para petani dipastikan membutuhkan pasokan pupuk dalam jumlah yang tinggi. Namun adanya kebijakan pembelian pupuk menggunakan kartu tani, menjadi kendala tersendiri bagi para petani di Kabupaten Malang dalam menggarap area pertanian maupun perkebunan miliknya.

”Kami sudah pernah meminta tambahan alokasi alokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah pusat. Selain itu kita juga berharap agar penggunaan kartu tani (untuk membeli pupuk subsidi, red) sementara ditangguhkan dulu. Setidaknya sampai tahun 2021, hingga mereka (petani) benar-benar paham dan siap,” pungkas Anam.