Peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Malang periode 23 Oktober 2020 (Foto : Istimewa)
Peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Malang periode 23 Oktober 2020 (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Hari ini (Jumat 23/10/2020) angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Malang genap berjumlah 1.010 kasus. Hal itu terjadi lantaran pada hari ini (Jumat 23/10/2020) telah terjadi penambahan 4 pasien, yang dinyatakan terkonfirmasi posistif Covid-19.

Merujuk pada data yang dihimpun Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, penambahan 4 pasien Covid-19 tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Dau, Pakis, Poncokusumo, dan Wagir.

Baca Juga : Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Sembuh 3 Orang, Tambah pasien Baru 2 Orang

”Untuk hari ini, penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 lebih banyak jika dibandingkan dengan penambahan pasien yang dinyatakan sembuh,” ungkap Aniswaty Aziz selaku Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, saat dikonfirmasi Jumat (23/10/2020).

Dijelaskan Aniswaty, pada hari ini (Jumat 23/10/2020) jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh, hanya bertambah 3 orang atau selisih 1 pasien lebih sedikit, dari penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Sekedar diketahui, penambahan 3 pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh tersebut, masing-masing berasal dari Kecamatan Wagir, Pakis, dan Dau. ”Dengan bertambahnya 3 pasien tersebut, membuat total kasus sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Malang meningkat jadi 900 orang,” sambung Aniswaty.

Adanya penambahan kasus positif Covid-19 yang lebih banyak dari yang dinyatakan sembuh tersebut, membuat total pasien di Kabupaten Malang yang masih menjalani perawatan meningkat menjadi 46 orang.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Terus Bertambah di Kota Batu, 21 Desa/Kelurahan Masuk Zona Merah

Rinciannya, 43 orang sudah diperkenankan menjalani perawatan dengan metode isolasi mandiri. Sedangkan untuk 3 pasien lainnya, masih dirawat di rumah sakit. ”Berbeda dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien yang telah sembuh, untuk jumlah pasien yang meninggal akibat terpapar Covid-19 datanya masih sama. Yakni tetap 64 orang jiwa sejak 20 Oktober (2020) lalu,” pungkasnya.