area ruang tunggu di Puskesmas Rampal Celaket dengan physical distancing. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
area ruang tunggu di Puskesmas Rampal Celaket dengan physical distancing. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Puskesmas Rampal Celaket juga menerapkan skrining awal terhadap pengunjung. Terhadap pengunjung, ada pemeriksaan detail dan pemdataan apakah memiliki gejala penyakit yang mengindikasikan covid-19 atau tidak. "Untuk pelayanan tetap kami laksanakan dengan kebutuhan masyarakat. 

Dan terkait keamanan untuk mengurangi kontak erat selama pandemi, kami  melaksanakan screening awal. Itu mulai pintu masuk puskesmas sampai dengan selesai layanan," ujar Kepala Puskesmas Rampal Celaket dr Moh Ali Sahib. Kegiatan imunisasi tetap dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, ada berbagai pembatasan untuk menghindari kerumunan.

Pelayanan pemeriksaan pasien dengan penyekat khusus di Puskesmas Rampal Celaket. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Strategi yang diterapkan di Puskesmas Rampal Celaket yakni menyiapkan ruang imunisasi di tempat terbuka di area gedung puskesmas. "Dalam satu minggu, kami laksanakan setiap Kamis dan pelaksanaannya di tempat terbuka di luar gedung puskemas atau di sekitar gedung dengan ruang terbuka. Ini juga sebagai satu upaya untuk menghindari risiko kontak dengan pasien umum atau lansia dan yang lainnya. Yang kami tidak tahu, pasien itu menjadi kriteria orang tanpa gejala (OTG) atau tidak," ucap Ali.

Sementara, Puskesmas Mojolangu memaksimalkan ruangan di lantai atas untuk pelayanan imunisasi bayi dan balita. Hal ini dinilai lebih aman dan membuat kenyamanan bagi ibu dan anak. Di area ini, ruangannya cukup luas, sehingga juga mempermudah protokol kesehatan yang harus dijalankan. Jadi, pengunjung satu dan yang lainnya tetap terjaga untuk menerapkan physical distancing (jaga jarak fisik).

Area ruang tunggu di Puskesmas Mojolangu. (Foto: Instagram @puskesmasmojolangu).

"Imunisasi  dua kali seminggu, yakni Senin dan Rabu. Jadi, alurnya seperti biasa kami pisahkan antara alur pasien infeksius dan non-infeksius. Dan ruangannya berada di lantai atas, yang juga dengan protokol kesehatan ketat. Kami beri jarak. Di atas juga lebih leluasa tempatnya," kata drg Camelia Finda, kepala Puskesmas Mojolangu.

Baca Juga : Larang Ramai-Ramai Antar Anak Imunisasi, Cukup Ibu dan Bayi

Di samping itu, karena pelayanan imunisasi di posyandu wilayah sedang dihentikan sementara, Puskesmas Mojolangu juga memanfaatkan puskesmas pembantu (pustu). Imunisasi  dijadwalkan dua kali seminggu, yakni Rabu dan Sabtu. "Nah, untuk imunisasi kami lakukan juga di pustu. Karena kami membawahi empat kelurahan, yang Kelurahan Tasikmadu dan Tunggulwulung itu kan jauh dari puskesmas. Nah kami arahkan untuk melakukan imunisasi di pustu.  Rabu sama Sabtu.Tapi, itu kami sesuaikan dengan kebutuhan di tiap-tiap kelurahan," ujarnya.