Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kota Malang menargetkan pekan depan mampu berganti status kewilayahan dari zona orange menjadi zona kuning Covid-19. Hal itu didasari dari penambahan angka kasus yang melandai, dan naiknya tingkat kesembuhan.

Bahkan, data evaluasi penilaian dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) perolehan angka di Kota Malang untuk status kezonaan tersebut nyaris tipis dengan Kabupaten Malang yang telah berzona kuning lebih dahulu.

Baca Juga : Update Covid-19: Pasien Sembuh Kota Batu Tambah 10 Orang

"Kabupaten Malang, tetangga kita lebih dulu berada di zona kuning, kita masih orange. Tapi sudah nyaris, nyaris mendekati (zona kuning)," ujar Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif saat ditemui, Rabu (21/10/2020).

Ia menyebut, data evaluasi mingguan dari Provinsi Jatim, Kota Malang telah berada di posisi 19 dengan perolehan nilai 23,9 di atas Kabupaten Malang yang telah mencapai angka 2,41. Artinya, tinggal selangkah lagi untuk menuju zona kuning Covid-19.

"Jawa Timur rata-rata hampir semuanya zona kuning. Dari evaluasi mingguan nilai kita nyaris, harus memenuhi 2,40 tinggal berapa digit saja sehingga bisa bergeser ke zona kuning," terangnya.

Meski begitu, Husnul menjelaskan, untuk berganti status kezonaan wilayah ini ada beberapa penilaian indikator yang harus terpenuhi. Yang mana kebijakan dari Gugus Satgas Pusat menetapkan 14 indikator.

Namun, dari jumlah tersebut tiga indikator utama, yakni berkaitan dengan Epidiomologi, Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan Kesehatan harus terpenuhi.

"Kita sekarang masih di zona orange, artinya potensi penularan sedang. Sedangkan untuk bergeser ke zona berikutnya yaitu zona kuning, tiga indikator utama ini (Epidiomologi, Kesehatan Masyarakat, Pelayanan Kesehatan) yang akan memberikan bobot penilaian untuk bisa bergeser," terangnya.

Baca Juga : Jangan Lengah, Osteoporosis Bisa Menjangkit Anak-Anak dan Remaja

Lebih jauh, untuk mencapai bobot penilaian tersebut, Husnul menyebut ada tiga prioritas yang harus ditingkatkan dalam penanganan Covid-19 di Kota Malang agar segera beralih status kezonaan.

"Ada tiga yang harus menjadi prioritas. Yakni menurunkan positivity rate kita (rasio kasus positif Covid-19), kemudian meningkatkan angka kesembuhan, dan menurunkan angka kematian," tandasnya.

Sementara itu, data kasus Covid-19 di Kota Malang hingga Rabu (21/10/2020) mencatat total terkonfirmasi positif mencapai 1.954 orang. Pasien sembuh totalnya sebanyak 1.722, pasien meninggal dunia 194, dan yang masih dalam pemantauan atau perawatan sejumlah 38 orang.