Ilustrasi. (Foto: source google).
Ilustrasi. (Foto: source google).

MALANGTIMES - Osteoporosis sering diidentikan sebagai salah satu penyakit yang menyerang kaum lanjut usia. Namun, osteoporosis harus diwaspadai sejak dini.

Sebab, bukan tidak mungkin jika kesehatan tulang tidak dijaga dengan baik, maka anak-anak ataupun remaja bisa terjangkit. Walaupun, persentasenya masih relatif sangat kecil dibandingkan dengan orang yang sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Baca Juga : Tingkatkan Imunitas Tubuh dengan Perilaku CERDIK, Apa Itu?

Di momen peringatan Hari Osteoporosis Sedunia hari ini (Selasa, 20/10/2020), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan tulang sejak dini agar terhindar dari osteoporosis. 

Lantas, langkah apa yang harus diantisipasi untuk mencegah hal itu?

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menyatakan salah satunya masyarakat harus mengurangi predisposisi atau faktor yang mempercepat terjadinya osteoporosis.

Yakni, dengan memperbanyak mengonsumsi kalsium sejak usia masih anak-anak. Yang mana, hal itu dapat ditemui di makanan jenis ikan-ikanan.

"Misalnya asupan, kalsium itu. Kita saat ini sudah harus membiasakan lagi untuk gemar makan ikan. Karena di situ kandungan kalsiumnya banyak," ujarnya.

Kemudian, dianjurkan untuk memilih sayuran dengan kandungan kalsium yang tinggi. Seperti collard hijau, bayam dan kangkung. Paling tidak, dengan pemenuhan asupan kalsium yang cukup maka seorang akan memperkuat kepadatan tulang usia sekitar 25 tahun.

Baca Juga : Butuh Waktu Enam Bulan, Jatim Terbebas dari Zona Merah Covid-19

"Lalu di sayur-sayuran yang banyak mengandung kalsium itu juga diperhatikan," imbuhnya.

Selanjutnya, aktivitas fisik dengan olahraga yang teratur. Ketiga hal inilah yang sekiranya ditanamkan sejak masih anak-anak, sehingga osteoporosis pada anak ataupun remaja hingga usia lanjut nantinya mampu dicegah.

"Jadi perilaku hidup kita sehari-hari ini yang harus ditanamkan sejak anak-anak. Sehingga bisa terhindar dari hilangnya kepadatan tulang atau disebut osteoporosis," tandasnya.