Model pelayanan di Puskesmas Mulyorejo dengan penerapan physical distancing. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Model pelayanan di Puskesmas Mulyorejo dengan penerapan physical distancing. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kegiatan di puskesmas pembantu (pustu) sudah dialihkan ke pusat atau Puskesmas Mulyorejo. Bahkan, petugas kesehatan di pustu juga dialihkan untuk membantu pelayanan di Puskesmas Mulyorejo.

Pustu hanya untuk pelayanan imunisasi. Tentu saja kegiatan imunisasi itu dilakukan dengan standar protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga : Calon Pengantin pun Bisa Imunisasi Khusus Kamis

Kemudian, pelayanan di Puskesmas Mulyorejo juga harus mengikuti protokol kesehatan. "Kami membedakan pengunjung yang keluhan seperti demam, batuk. Itu di jalur zona merah.

Pastinya distribusi pegawai lebih banyak di sini. Jadi, pegawai-pehawai yang di pustu kami tarik ke sini untuk membantu pelayanan di zona merah," ungkap Kepala Puskesmas Mulyorejo drg Dinna Indarti.

Layanan imunisasi di Puskesmas Mulyorejo. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Upaya untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga dilakukan dengan cara yang berbeda. Mulai petugas promosi kesehatan yang rutin keliling hingga edukasi online melalui grup khusus satgas puskesmas.

"Selain petugas promkes (promosi kesehatan) kami keliling memberikan edukasi, juga kami melalui Whatsapp group. Kami membuat grup khusus untuk satgas puskesmas. Kemudian kami juga ikut satgas khusus di tiap-tiap kelurahan. Di situ kami bisa masuk untuk terus memberikan edukasi," terang drg Dinna.

Khusus layanan imunisasi,  sebelum pandemi covid-19, Puskesmas Mulyorejo hanya membuka dua kali dalam satu minggu. Tapi, di masa pandemi covid-19 ini, malah layanan imunisasi telah diperbanyak menjadi setiap hari selama hari kerja.

Langkah ini sebagai satu upaya meminimalisasi kerumunan jika imunisasi berlangsung pada hari-hari tertentu. Apalagi, imunisasi di posyandu sementara harus ditiadakan. "Pelaksanaan imunisasi di puskesmas kami tambah jumlah harinya menjadi setiap hari," ungkap drg Dinna.

Imunisasi juga lakukan di lantai dua. Jauh dari pasien sakit yang ada di lantai bawah. Jadi, yang mau imunisasi tidak harus daftar ke loket, tapi langsung naik ke lantai dua.

"Kami (petugas puskesmas) yang mendaftarkan ke loket. Ini salah satu upaya agar tidak berjubel juga," katanya.

Tak hanya itu. Karena beberapa wilayah lokasinya cukup jauh dari puskesmas, maka petugas puskesmas juga menerapkan sistem jemput bola. Misalnya di wilayah Kelurahan Karangbesuki dan Kelurahan Bandulan.

Baca Juga : Dicek Ada Gangguan Pernapasan, Daftar hingga Antre Obat Dilakukan Petugas

"Karena warga di sana untuk ke sini (Puskesmas Mulyorejo) kan jauh dan posyandu juga belum berani melaksanakan, kami jemput bola untuk diadakan imunisasi di balai RW, keliling kelurahan-kelurahan itu," ucap drg Dinna.

Puskesmas Janti lain lagi. Di samping skrining awal seperti puskesmas lainnya, untuk mengondisikan agar tidak terjadi penumpukan saat menunggu pemeriksaan, maka Puskesmas Janti menerapkan sistem pembatasan.

Artinya, ruang tunggu di dalam gedung memaksimalkan physical distancing. Karena itu, dibatasi per 10 orang. "Pasien karena physical disatncing kami batasi sepuluh-sepuluh dulu, biar tidak berkerumun. Di kursi juga berjarak. Lalu pasien yang infeksius disendirikan di ruang tersendiri. Kami bedakan dengan pasien umum," jelas Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati SKep Ns MKes.

Ruang tunggu khusus untuk pasien Binanetra di Puskesmas Janti dengan physical distancing. (Foto: Instagram @dinkeskotamalang).

Pun yang masuk ke area puskesmas hanya  yang berkepentingan. Misal, seseorang diantarkan, maka yang mengantar tidak diperkenankan masuk ke area pemeriksaan.

"Itu salah satu pentingnya skrining. Kami tanya siapa yang sakit. Misal bawa anak dan yang sakit ibunya. Yang boleh masuk hanya  ibunya. Kecuali jika bayi atau balita yang sakit, maka boleh didampingi satu orang seperti ibunya. Jadi, yang masuk hanya yang berkepentingan," papar Endang.

Kegiatan imunisasi di Puskesmas Janti dilaksanakan setiap hari. Hal ini untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak karena posyandu masih belum dijalankan.

"Layanan imunisasi tetap Senin sampai Sabtu, kecuali campak khusus Senin dan Rabu. Mereka tanpa antre dan langsung dilayani di puskesmas. Dan karena posyandu masih off, maka kader yang kunjungan dari rumah ke rumah, seperti untuk pemantauan gizinya," ujar  Endang.