Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva saat ditemui awak media di ruangan kerjanya. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva saat ditemui awak media di ruangan kerjanya. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Satu ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang yakni Kepala Bidang Olahraga dan Prestasi, Slamet Suyono dinyatakan tak netral. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut, Slamet condong mendukung salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020.

Hal itu berdasarkan hasil sidang pleno yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Malang pada hari Selasa (20/10/2020) dan hari ini (Rabu, 21/10/2020). Hasil pleno tersebut akan diserahkan ke KASN (Komite Aparatur Sipil Negara).

Baca Juga : ASN Diduga Berpolitik Praktis Beri Klarifikasi dari Tempat Tidur

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva mengatakan bahwa hasil pleno Bawaslu menyatakan bahwa Slamet mendukung salah satu pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub).

"Iya, hasil putusan sidang pleno bawaslu menyatakan Slamet condong mendukung paslon nomor dua. Tetapi dia tidak sengaja. Tapi tetap dia harus mendapat sanksi sesuai dengan tingkat kesalahannya dia," ungkapnya ketika dihubungi pewarta, Rabu (21/10/2020).

George menuturkan bahwa Bawaslu sesegera mungkin akan mengirim hasil pleno ke KASN. "Kita kirim surat ke KASN hari ini. Tembusannya kepada Pejabat Sementara Bupati Malang. Tingkat kesalahannya dia (Slamet Suyono, red) itu tergantung dari KASN di Jakarta," ujarnya.

Menurutnya, kasus Slamet termasuk dalam kategori kasus melakukan pelanggaran Undang-Undang lainnya. "Pelanggaran Undang-Undang lain. Ini Undang-Undang ASN. Berdasarkan keterangan dari saksi, Kadispora, Slamet dan surat-surat dari klinik," jelasnya.

Untuk tingkatan hukumannya sendiri, Bawaslu Kabupaten Malang menyerahkan sepenuhnya kepada pihak KASN pusat yang ada di Jakarta. Karena termasuk pelanggaran Undang-Undang ASN.

"Jadi (hukuman, red) ke KASN. Tembusan ke Pejabat Sementara Bupati Malang. Nanti Inspektorat mau melakukan (pemberian hukuman, red) lagi, itu keputusan inspektorat. Tapi itu terserah, ranahnya Pemda," terangnya.

Baca Juga : KPU Kabupaten Malang Tetapkan 2.003.608 Pemilih, Perempuan Lebih Banyak

Saat pemeriksaan terakhir pun melalui daring (dalam jaringan) karena kondisi Slamet yang sedang sakit, George mengatakan bahwa Slamet tetap mengatakan tidak sengaja membagikan gambar berisikan foto, visi misi dan nomor urut dari paslon LaDub.

Hal itu terjadi ketika dia menerima pesan gambar tersebut dari nomor yang tidak dikenal. Pada saat akan menghapus gambar tersebut, Slamet mengatakan bahwa handphone nya sempat ada masalah akhirnya terpencet membagikan di grup WhatsApp Inspirasi Malang Raya, pada hari Rabu (7/10/2020).

"Terus saya tulis di berita acara perbaikan, karena berita acara awal masih tahap penelusuran," tuturnya.