Koordinator Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva saat ditemui awak media di ruang kerjanya. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Koordinator Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva saat ditemui awak media di ruang kerjanya. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya Kepala Bidang (Kabid) Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Slamet Suyono  dimintai keterangan oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang, Minggu (18/10/2020). 

Pemberian keterangan oleh Slamet tersebut disampaikan melalui aplikasi daring (dalam jaringan), yakni Zoom.  "Melalui daring, saya barusan ajukan beberapa pertanyaan untuk klarifikasi. Beliau lemas di tempat tidur," ungkap Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva, Minggu (18/10/2020). 

George pun berterima kasih kepada Slamet. Sebab, meskipun dalam kondisi lemas dan sakit, Slamet masih berkenan serta bisa menjawab pertanyaan Bawaslu.  "Sebenarnya kami mau ke rumahnya. Tetapi dalam keadaan ini, tidak bisa ketemu," ujar mantan wartawan ini. 

Dalam klarifikasinya, George menyampaikan bahwa Slamet masih tetap berpegang pada pernyataannya di awal bahwa dirinya tidak sengaja membagikan gambar salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang akan bertarung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Malang 2020.  "Slamet mengaku bahwa dia mendapat gambar paslon itu dari nomor yang tidak dikenal. Waktu mau menghapus, handphone-nya sempat trouble dan akhirnya berbagi ke grup Inspirasi Malang Raya," ungkapnya. 

Berdasarkan hasil klarifikasi yang dilakukan Slamet, George mengatakan bahwa berkas  kasus yang melibatkan Slamet telah lengkap untuk dibawa ke rapat pleno Bawaslu Kabupaten Malang.  "Karena berkas sudah lengkap, kami akan lakukan kajian malam ini. Untuk besok Senin (19/10/2020) sudah memasuki rapat pleno," ujarnya. 

Pemanggilan dan pemberian keterangan klarifikasi dari Slamet telah memasuki hari keempat. Tujuannya untuk pengumupulan keterangan sebagai bahan penentuan keputusan dalam rapat pleno Bawaslu Kabupaten Malang. 

Sebelumnya telah dilakukan pemanggilam beberapa kali kepada Slamet, yakni pada Kamis (15/10/2020), Jumat (16/10/2020), Sabtu (17/10/2020) dan hingga akhirnya Slamet memberikan keterangan pada Minggu (18/10/2020). 

Ketidakhadiran Slamet, menurut George, karena yang bersangkutan masih dalam kondisi sakit dan tidak memungkinkan untuk keluar rumah menuju Bawaslu Kabupaten Malang guna memberikan keterangan.