Suasana area Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Kendalsari sebelum pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Suasana area Puskesmas Dinoyo dan Puskesmas Kendalsari sebelum pandemi Covid-19. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Skrining proses layanan kesehatan bagi pasien di semua puskesmas Kota Malang memang tak jauh berbeda. Penyediaan alat cuci tangan, wajib bermasker, ukur suhu, hingga pemisahan jalur pasien infeksius dan non-infeksius dijalankan di semua fasilitas kesehatan tingkat pratama (FKTP) di masa pandemi covid-19.

Namun, untuk kenyamanan pasien, setiap puskesmas memiliki strategi pelayanan, khususnya di ranah imunisasi, yang berbeda-beda.

Baca Juga : Bintang 3, Kebersihan Ubud Hotel Kurang, Swiss-Belinn dan Ibis Styles Disorot Soal Sarapan

Di Puskesmas Dinoyo, kenyamanan dan keamanan sejatinya tak hanya diberlakukan untuk pengunjung puskesmas. Petugas kesehatan juga menjadi prioritas di Puskesmas Dinoyo.

Kepala Puskesmas Dinoyo dr Rina Istarowati menyatakan, penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak) wajib dijalankan dalam prosedur pelayanan di area puskesmas. "Fasilitas cuci tangan kami sediakan. Di depan ada dua wastafel. Jadi, tidak hanya hand sanitizer. Mulai dari pintu masuk sampai area layanan, jaga jarak itu pasti. Saat antre hingga tempat duduk," ujarnya.

Bahkan sistem pelayanan bagi pasien dipercepat. Artinya, petugas harus sigap dan cepat tanggap dalam melayani pasien.

Area ruang tunggu di Puskesmas Dinoyo dengan sekat khusus penerapan protokol kesehatan. (Foto: Instagram @puskesmasdinoyo).

Selain itu, ruang tunggu pasien yang datang dipisahkan. Ada pemilahan setiap pasien antara yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) seperti diabetes, hipertensi jantung, dan lainnya dengan pasien umum.

Namun, tempatnya di Puskesmas Dinoyo tetap dibuat nyaman dengan sirkulasi udara yang memadai bagi pasien. "Layanan dipercepat ini termasuk area infeksius. Jadi, di ruang itu pelayanannya disitu. Mulai pasien daftar, ruang tunggu, pelayanan di ruang tersebut. Artinya, lab farmasi untuk obatnya juga mengunjungi di situ. Tidak ke mana-mana. Bahkan kalau butuh lab, petugas labnya yang akan datang," imbuh dr Rina.

Sedangkan layanan imunisasi memang harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian. Itu mengingat anak-anak menjadi satu kategori yang rentan terpapar covid-19.

Tetapi, untuk tumbuh kembang anak, layanan imunisasi tetap harus berjalan. Dalam hal ini, untuk membuat nyaman dan aman bagi masyarakat, di samping tetap membuka pelayanan pagi hingga siang hari, Puskesmas Dinoyo juga memfasilitasi pelayanan di sore hari khusus untuk imunisasi.

"Walaupun kondisi begini, satu sisi masyarakat harus dijamin bahwa mereka aman saat imunisasi, kami asumsikan kalau imunisasi bayi pasti ada pengantarnya. Apa yang bisa kami upayakan, kami upayakan pelayanan sore. Yakni mulai pukul 15.00 sampai 18.00," terang dr Rina.

Baca Juga : Hotel Amaris Dikeluhkan Soal Lama Layanan, Everyday Smart AC Nyala tapi Kok Tidak Dingin?

Mengingat posyandu belum bisa dijalankan karena pandemi, layanan sore hari ini dinilai lebih maksimal. Petugas kesehatan juga ditambah untuk mempersingkat waktu sehingga meminimalisasi kerumunan. "Kalau yang biasa itu antrenya bisa online dulu. Tapi sore  antre manual tetapi ada penambahan petugas. Sore hari lebih sepi dan lebih aman. Area tempat duduk juga kami atur. Kalaupun nanti lewat dari jam pelayanan sore hari masih ada yang datang, tetap kami layani hingga selesai," tandasnya.

Di Puskesmas Kendalsari, proses skrining awal pasien yang datang tidak jauh berbeda. Ada pemisahan jalur pasien dan pembatasan akses bagi pengantar.

Pengunjung harus melakukan cuci tangan sebelum mengakses layanan kesehatan di Puskesmas Kendalsari. (Foto: Instagram @puskesmaskendalsari).

"Selain skrining awal, pengantar pasien dialihkan menunggu di luar gedung puskesmas, kecuali bagi pasien yang kurang mandiri seperti lansia dan balita," kata Kepala Puskesmas Kendalsari drg Satindri Setyo Palupi.

Sedangkan kegiatan imunisasi balita tetap dibuka setiap hari. Terlebih, keterbatasan posyandu yang belum bisa beroperasi di masa pandemi covid-19.

Namun, untuk menghindari kerumunan saat jam pelayanan imunisasi, maka dianjurkan setiap warga yang akan datang untuk daftar secara online terlebih dahulu. "Kalau jadwal imunisasi tidak ada perubahan. Tapi untuk menghindari kerumunan di puskesmas, ada daftar online. Itu berlaku untuk imunisasi dan pasien rujukan juga. Kami Senin sampai Sabtu layanan imunisasi tetap dibuka, kecuali untuk khusus imunisasi campak dan bcg cuma ada hari Selasa," tutupnya.