Pedemo dan Polisi berdampingan saat melakukan tugas masing-masing (Hendra Saputra)
Pedemo dan Polisi berdampingan saat melakukan tugas masing-masing (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Usai mengawal aksi demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Selasa (20/10/2020), Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata, menegaskan, bahwa penyampaian aspirasi melibatkan banyak massa tidak perlu ditakuti jika saling memahami.

Pernyataan orang nomor satu di kepolisian kota Malang ini terbukti dengan akhir demo massa. Di mana, aksi demo yang sempat molor 6 jam tersebut berakhir dengan damai. Para pedemo menyampaikan aspirasinya dengan orasi mulai dari perempatan Rajabali hingga depan gedung DPRD Kota Malang.

Baca Juga : Pengamanan Diperketat, Pergerakan Massa Aksi Belum Juga Terlihat

Dalam aksi demo itu, Leo-sapaan akrab Kombes Pol Leonardus Simarmata- mengaku, bahwa pihaknya mencoba saling memahami dengan demonstran. Dan pada akhirnya, aksi demo berjalan dengan damai tanpa ada kerusuhan sedikitpun.

"Sebenarnya aksi unjuk rasa tidak perlu ditakuti. Karena yang penting bisa saling memahami, untuk bersama-sama saling menjaga keamanan. Sehingga terciptalah aksi unjuk rasa yang dapat berlangsung aman, kondusif tanpa menimbulkan kericuhan," tegas Leo.

Di sisi lain, Leo senang karena pedemo saling bertegur sapa dengan anggotanya ketika usai melakukan aksi demo sore tadi. Hal itu baginya adalah sebuah bentuk kepercayaan masyarakat kepada polisi yang dijaga bersama sehingga menimbulkan hubungan harmonis.

"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada teman-teman mahasiswa dan buruh yang turun dan ikut dalam aksi pada hari ini. Kami melihat mereka bisa sangat tertib, teratur, dan bisa betul-betul mengikuti arahan. Bahkan ketika aksi telah selesai, mereka menyapa anggota kami dengan ramah," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, usai melakukan orasi selama hampir dua jam di depan gedung DPRD Kota Malang, sekitar pukul 16.25 WIB, massa Aliansi Malang Melawan kemudian membubarkan diri.

Baca Juga : Polisi Sudah Pasang Kawat Berduri di Gedung DPRD hingga Balai Kota

Dengan pengawalan pasukan gabungan TNI-Polisi, massa bergerak kembali menuju ke titik kumpul pertama, yakni Stadion Gajayana. Setelah itu para peserta aksi unjuk rasa kembali ke tempat masing masing.