Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Umar bin Khattab menjadi salah satu sahabat utama Rasulullah SAW yang dijanjikan masuk surga. Sebagai sosok yang sangat tegas dan jujur, Umar tak pernah luput dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Kisah sahabat Rasulullah SAW yang mendapatkan berbagai ujian itu pun patutnya menjadi teladan bagi umat muslim.

Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Umar pernah menangis tersedu saat mendengarkan ucapan anaknya. Hal itu bermula dari sang anak yang mengadu kepadanya ketika mendapat ejekan dari teman-temannya.

Baca Juga : Luar Biasa, Ini Amalan yang Bisa Menyembuhkan Segala Penyakit Ringan hingga Kronis

Dikisahkan bahwa hal itu dialami anak Umar yang masih berusia kecil. Umar sendiri ketika itu merupakan Khalifah bagi umat muslim. Suatu hari, anak Umar mendatanginya dan berkata, “Ayah, teman-teman saya mengolok-olok saya karena baju saya sobek. Belikan saya baju baru, Ayah!"

Maka Umar menjawab, “Baiklah, pergi ke Baitul Mal (tempat penyimpanan harta). Pergilah kepada pamanmu penjaga Baitul Mal dan sampaikan salamku dan bilang kalau ayahmu meminta gajinya dimajukan. Ambil itu dan belilah baju.”

Kemudian sang anak pun bergegas ke Baitul Mal dan menemui pria yang dimaksud Umar bin Khattab. Lalu anak Umar berkata, “Paman, ayahku Amirul Mukminin Umar bin Khattab menitip pesan. Katanya gajinya kalau bisa dimajukan. Lalu  saya akan ambil untuk beli baju karena teman-teman saya mengolok bajuku yang sobek.”

Lalu pria penjaga itu berkata, “Sampaikan salamku kepada ayahmu Amirul Mukminin, apakah ada jaminan bahwasanya ayahmu masih bisa hidup sampai akhir bulan sehingga dia bisa membayar itu?”

Maka anaknya dengan polos pulang dan menemui sang ayah. Sang anak berkata, “Wahai Ayah, paman penjaga Baitul Mal memintaku menyampaikan salam kepadamu apakah ada jaminan bagi ayah untuk hidup hingga akhir bulan?”

Baca Juga : Jangan Pernah Disia-siakan, Ini Dua Pintu Dunia Menuju Surga

Mendengar perkataan sang anak, Umar secara tiba-tiba menangis terisak. Lantas Umar berkata, “Pamanmu benar. Tidak ada yang bisa menjamin Umar hidup sampai akhir bulan.”

Dengan kondisi Umar yang merupakan seorang pemimpin, Ustaz Khalid menyebut jika pada dasarnya Umar bisa menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan uang atau bahkan berutang. Namun dengan kuasa Allah SWT, Umar tidak melakukan semua itu. Bahkan ia menangis ketika mendapatkan peringatan melalui sang penjaga Baitul Mal.