Jangan Pernah Disia-siakan, Ini Dua Pintu Dunia Menuju Surga

Oct 11, 2020 07:47
Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Surga menjadi keabadian yang dijanjikan Allah SWT dan Rasulullah SAW kepada seluruh umat muslim. Dengan berbagai amalan yang diajarkan, setiap muslim akan menempati istana di surga Allah SWT.

Amalan-amalan menuju surga itu pun telah disampaikan Rasulullah SAW dalam berbagai hadis sahih. Bahkan, pintu menuju surga itu selalu ada di dekat masing-masing muslim saat masih berada di dunia. Sehingga, Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan untuk tidak menyia-nyiakam pintu menuju surga tersebut.

Baca Juga : Viral Perjuangan Kakek Tunanetra Meraba-raba Tembok untuk Menunaikan Salat

Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, dua pintu surga yang dimaksud itu adalah kedua orang tua masing-masing muslim. Rasulullah SAW pun berpesan untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua yang telah menyayangi dan membesarkan anaknya setulus hati.

Dalam sebuah hadis diceritakan tentang seorang pemuda berusia di bawah 20 tahun yang mendatangi Rasulullah SAW untuk ikut serta berjihad. Maka Rasulullah SAW pun bertanya kepada pemuda itu apakah dia masih memiliki dua orang tua atau tidak.

“Apakah engkau masih memiliki orang tua di rumahmu?” tanya Rasulullah SAW. Maka pemuda itu menjawab masih memiliki dua orang tua yang lengkap. 

Rasulullah SAW pun berkata kepada pemuda itu agar kembali pulang berjihad untuk orang tuanya. Jihad yang dimaksud Rasulullah SAW adalah berbakti kepada kedua orang tua.

Hadis tersebut menjadi salah satu petunjuk akan kedudukan orang tua yang sangat mulia dan tinggi di atas apa pun. Sikap berbakti kepada orang tua itu harus senantiasa dilakukan.

Bahkan, beberapa ulama besar pun telah mencontohkan sikap itu kepada umat muslim. Salah satunya seperti yang ditunjukkan seorang salaful uma yang menangis terisak ketika salah satu orang tuanya meninggal dunia. Para muridnya pun bertanya mengapa sang salaful uma menangis.

“Mengapa engkau menangis? Bukankah engkau mengajarkan kami untuk tidak meratap?” tanya sang murid. Dalam ajaran Islam memang tidak diperbolehkan seorang muslim meratap saat ada yang meninggal dunia. Hal itu berbeda dengan perasaan sedih dan keluarnya air mata yang diperbolehkan.

Baca Juga : Senang Bergurau, ini Kisah Rasulullah SAW Menggoda Seorang Nenek

Lalu salaful uma tersebut berkata, “Saya tidak meratap, tapi saya menangis karena salah satu pintu surga saya telah tertutup.”

Kisah tersebut menjadi salah satu contoh betapa pentingnya berbakti kepada orang tua. Rasulullah SAW senantiasa berpesan untuk menjadikan orang tua yang utama di atas kepentingan apa pun.

"Ketika orang tua telepon, maka dengarkan sampai selesai. Kirimkan orang tua paket jika berjauhan," terang Ustaz Khalid. 

Dewasa ini, tak sedikit anak yang melupakan orang tuanya dengan kesibukan yang semestinya bisa ditinggalkan. Hal itu sangat tidak dibenarkan dan sepatutnya pesan yang disampaikan Rasulullah SAW menjadi pelajaran.

 

Topik
Rasulullah SAWKisah Rasulullah SAWkajian islami

Berita Lainnya

Berita

Terbaru