Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono-Gunadi Handoko saat berfoto usai melakukan pengambilan nomor urut di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (14/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Heri Cahyono-Gunadi Handoko saat berfoto usai melakukan pengambilan nomor urut di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (14/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Kasus peretasan nomor pribadi salah satu calon bupati Malang membuat calon-calon lain mengambil langkah antisipasi. Seperti yang dilakukan organisasi moral yang sekaligus menjadi tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang dari jalur perseorangan yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko yakni Malang Jejeg. 

Malang Jejeg telah mempersiapkan tim IT (information technology, red) untuk pengamanan berlapis paslon. Ketua Tim Kerja Malang Jejeg, Soetopo Dewangga mengatakan bahwa untuk tim IT yang telah dibentuk dan dipersiapkan memiliki suatu tugas yang harus dijalankan.

Baca Juga : KPU Kabupaten Malang Tetapkan 2.003.608 Pemilih, Perempuan Lebih Banyak

"Satu ketugasan dari tim IT, bagaimana membuat suatu kerangka sistem yang bisa melindungi alat-alat komunikasi kita yang akan disampaikan kepada masyarakat. Ya pengamanan berlapis," ungkapnya ketika dihubungi oleh pewarta melalui saluran telepon, Senin (19/10/2020).

Hal itu dipersiapkan untuk mengantisipasi dari orang-orang iseng yang bisa saja melakukan peretasan maupun perusakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan program-program kerja dari paslon perseorangan Heri Cahyono-Gunadi Handoko.

"Tapi kita berharap tidak lah. Kita tidak bermaksud apa-apa, kecuali kita bermaksud menyampaikan program aksi kita kepada masyarakat," ujar pria yang akrab disapa Topo itu.

Terkait antisipasi black campaign atau kampanye hitam yang nantinya dikhawatirkan dilakukan oleh oknum maupun dari lawan politiknya, Topo menyampaikan bahwa pihak Malang Jejeg maupun dari pihak paslon selalu berpikir positif.

"Kita berpikir positif saja. Sejauh ini kita tidak merasa akan ada satu serangan dari siapapun maupun dari lawan. Karena saya pikir setiap paslon untuk meraih kemenangan dengan cara-cara yang baik," jelas pria yang gemar gunakan udeng di kepalanya itu.

Topo beralasan bahwa yang disampaikan oleh masing-masing dari tiap paslon yang turut serta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 merupakan program-program berbentuk janji-janji politik.

Baca Juga : Paslon LaDub Kukuhkan Tim Hukum dan Medsos

"Karena program yang dijanjikan kepada masyarakat dalam bentuk janji-janji politik. Janji politik kan tidak harus dalam black campaign saya kira itu," tuturnya.

Disinggung mengenai persiapan untuk kampanye blusukan ke pelosok-pelosok desa yang ada di Kabupaten Malang, Topo mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari.

"Artinya jauh-jauh hari, sambil menunggu penetapan, sambil menunggu pengundian kita persiapkan. Tapi begitu pelaksanaan kita juga senantiasa mengevaluasi," pungkasnya.