Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock/Blue Planet Studio).
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock/Blue Planet Studio).

MALANGTIMES - Pemerintah pusat akan segera mendatangkan vaksin di Bulan November 2020 mendatang. Ya, vaksin menjadi salah satu solusi yang tengah ditunggu-tunggu masyarakat tanah air bahkan seluruh dunia untuk mengentaskan permasalahan Covid-19.

Kabar baik ini, bahkan ditargetkan pemerintah untuk bisa setidaknya menyiapkan 350 juta dosis vaksin untuk bisa diberikan kepada 170 juta penduduk Indonesia. 

Baca Juga : Tempati Posisi 10 se-Jatim, Covid-19 di Kabupaten Malang Selisih 32 Kasus dengan Mojokerto

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang juga tengah bersiap akan hal itu. Lantas, siapa yang akan menjadi sasaran tahap awal penerima vaksin Covid-19 ?

Plt Kepala Dinkes Kota Malang Sri Winarni menyatakan salah satu yang menjadi penerima prioritas vaksin Covid-19 yakni Tenaga Kesehatan (Nakes). Dalam hal ini pihaknya juga telah diminta untuk mendata jumlah Nakes di Kota Malang.

"Data tentu harus kita siapkan. Beberapa waktu lalu, kita sudah dimintai data tentang Nakes di Puskesmas maupun rumah sakit di Kota Malang," ujarnya.

Namun, pihaknya masih belum mau menjabarkan lebih jauh terkait siapa lagi yang akan diprioritaskan. Mengingat, juknis (petunjuk teknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam membuat perencanaan dan penganggaran vaksinasi masih belum turun.

"Kita di Kabupaten/Kota intinya akan melakukan sesuai dengan juknis dari pemerintah pusat. Sampai saat ini juknisnya belum ada, tapi Perpres (Peraturan Presiden) tentang Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi, yakni Perpres No 99 Tahun 2020, itu sudah ada," imbuhnya.

Lebih jauh, ia memastikan apa yang telah ditetapkan dalam juknis nantinya yang akan menjadi acuan dalam menentukan prioritas penerima vaksin Covid-19 di Kota Malang. Pun juga terkait mekanisme pendistribusian yang juga akan disiapkan di setiap layanan kesehatan.

"Kami akan melakukan sesuai juknis yang ada. Artinya, mana saja untuk Kabupaten/Kota mana saja yang akan jadi prioritas oleh pemerintah pusat yang akan dilakukan vaksin. Termasuk sasaran kepada siapa saja, nakes dulu, tenaga pendidik dulu, atau masyarakat rentan itu belum diatur di dalam juknisnya," tandasnya.

Baca Juga : Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Turun, Kini Peringkat 10 Se-Jatim

Sebagai informasi, dilansir dari berbagai sumber Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, total ada 160 juta orang yang akan menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19.

Rincian sasaran penerima vaksin tersebut, yakni, tenaga medis dan paramedis Contact Tracing, pelayanan publik termasuk TNI/Polri, dan aparat hukum, sebanyak 3,4 juta orang.

Kemudian Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah (Kecamatan, Desa, RT/RW), sebagian pelaku ekonomi sebanyak 5,6 juta orang.

Selanjutnya, seluruh tenaga pendidik (PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan Sederajat Perguruan Tinggi) sebanyak 4,3 juta orang. Aparatur Pemerintah (Pusat, Daerah dan Legislatif) sebanyak 2,3 juta orang. Lalu, peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 86 juta orang. Serta masyarakat yang usianya 19-59 tahun sebanyak 57 juta orang.