Kawasan Terminal Madyopuro yang masuk nominasi Terminal Sehat Nasional. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kawasan Terminal Madyopuro yang masuk nominasi Terminal Sehat Nasional. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Terminal Angkutan Penumpang Tipe C Madyopuro Kota Malang terus melaju masuk nominasi untuk menjadi percontohan nasional Terminal Sehat di Indonesia.

Dengan sejumlah fasilitas penunjang yang ada, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang cukup percaya diri Terminal Madyopuro bisa menjuarai perlombaan Terminal Sehat yang digelar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Baca Juga : Akan Susun Regulasi Baru Turunan UU Cipta Kerja, Ini Poin yang Disoroti Pemkot Malang

Tim penilai Lomba Terminal Sehat Perwakilan dari Kemenhub datang meninjau langsung kawasan Terminal Madyopuro untuk melakukan penilaian lapangan, Jumat (16/10/2020).

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan segala catatan yang diberikan provinsi telah ditindaklanjuti untuk membuat Terminal Madyopuro lebih baik dan sesuai standart sebagai terminal sehat. Meski, ia juga memberikan beberapa catatan.

"Kemarin siang saya lihat ke sini apa yang kurang, jadi untuk toilet dan tempat salat ini saya kira perlu. Kadang orang datang ke sini itu mesti kepingin ibadah, buang air kecil, itu juga diperhatikan," jelasnya.

Di samping juga fasilitas kesehatan yang terus dijalankan, mulai dari area lokasi yang harus bersih, area kantin terkait makanan dan penyediaannya yang harus sehat, pemantauan dari pengelola dan petugas, hingga penyediaan ruang laktasi untuk ibu dan anak.

Hal inilah, yang membuat Pemkot Malang optimis Terminal Madyopuro mampu menjuarai Terminal Sehat Nasional. Terlebih, area lokasi juga terlihat lebih asri dengan ruang terbuka hijau yang cukup banyak.

"Tadi sudah nominasi, tinggal kita urutan ke berapa, doa-nya ya urutan pertama. Yang pasti bagaimana di sini nyaman, dan kebersihan tetap dijaga," terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Terminal Sehat Nasional, Adi Sambodo mengatakan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi Terminal Sehat. Dalam kesempatan itu, ia bersama tim juri lainnya turut memastikan kondisi lapangan sesuai dengan ketentuan atau tidak.

Baca Juga : Dewan Desak Pemkot Malang Segera Tuntaskan Cucian Mobil Exit Tol Mapan

"Kriterianya ada beberapa, terminal yang sehat pasti sudah memenuhi syarat administrasi. Kemudian, penerapan protokol kesehatan di masa Covid-19, dan peran dari pemerintah daerah ini untuk mengelola, dan yang lainnya," ungkapnya.

Dalam pantauannya, Terminal Madyopuro sejatinya telah memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan. Salah satunya berkaitan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dinilai sudah memenuhi standart ketentuan lebih dari 30 persen dari luas lahan.

"Ini kita ke lapangan untuk melihat itu. Tapi secara prinsip satu saja kita lihat, standart kita untuk RTH-nya 30 persen, di sini kayaknya lebih.
Artinya itu yang kita lihat untuk mengetahui apakah dokumen sesuai dengan di lapangan," jelasnya.

Tahapan selanjutnya, pengumuman untuk Terminal Sehat ini bakal dilangsungkan secara virtual di Hari Kesehatan Nasional pada November 2020 mendatang. Kota Malang, saat ini bersaing dengan 3 daerah lainnya di Jawa Timur yakni Terminal Blitar, Ngawi, dan Situbondo.