Tanaman Cemara yang dibakar demonstran saat unjuk rasa (DLH Kota Malang for MalangTIMES)
Tanaman Cemara yang dibakar demonstran saat unjuk rasa (DLH Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mengingat kejadian unjuk rasa (unras) tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir dengan kerusuhan dan merusak sejumlah fasilitas, Pemerintah Kota Malang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Taman Aktif dan Kebun Bibit Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berharap tidak ada lagi aksi anarkisme saat ada demonstrasi dikemudian hari.

Taman Tugu dan taman Jalan Kertanegara Kota Malang, menjadi imbas aksi anarkisme demonstran pada Kamis (8/10/2020) lalu. Sejumlah fasilitas seperti tong sampah, lampu taman hingga panel listrik milik DLH Kota Malang rusak dan harus segera diganti untuk keindahan taman.

Baca Juga : Lihat Kelayakan Pohon, DLH Kota Malang Miliki Tim Khusus

Oleh karena itu, jika nantinya ada aksi unras kembali, Kepala UPT Pengelolaan Taman Aktif dan Kebun Bibit DLH Kota Malang Lukman Hidayat, berharap tidak ada lagi aksi anarkisme yang berujung merugikan 'Bhumi Arema'.

"Silahkan melakukan aksi unjuk rasa sesuai dengan aturan. Tapi kami harap jangan merusak taman atau fasilitas publik lainnya," harap Lukman Hidayat.

Kini, Lukman mengaku, sudah melakukan upaya dengan menghalangi demonstran dengan memberikan pagar tambahan semi permanen di pintu masuk taman Tugu Kota Malang. Harapannya dengan pagar tambahan tersebut, jika ada aksi unjuk rasa lagi tidak sampai merusak taman dan fasilitas publik.

"Kami sudah melakukan upaya untuk melindungi taman, tapi buktinya kemarin juga mereka banyak yang melompat ya. Jujur kalau massa seperti itu lagi ya kami kewalahan juga," ungkapnya.

Sebelumnya, DLH Kota Malang menelan kerugian mencapai Rp 100 juta karena beberapa fasilitas publik yang dirusak oleh demonstran. Tafsir kerugian itu juga sudah meliputi tanaman yang ada di taman Tugu dan taman Jalan Kertanegara Kota Malang.