Kepala Dinsos-P3AP2KB Penny Indriani (Hendra Saputra)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Penny Indriani (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang melakukan Rapid Test kepada semua pegawai dan stafnya. Hal itu lantaran untuk melihat kondisi aparatur sipil negara (ASN) yang dalam hal ini kerap bersinggungan langsung dengan masyarakat seperti pembagian bantuan sosial (bansos).

Data Satgas Covid19 Kota Malang per 11 Oktober 2020 menunjukkan angka konfirmasi positif  sebanyak 1.870 dengan rincian 183 meninggal, 1627 sembuh dan 60 dalam pemantauan. Karena hal itu, Dinsos-P3AP2KB menggelar Rapid Test untuk memastikan kondisi ASN di lingkungannya benar-benar aman dari Covid-19.

Baca Juga : Gaet Investasi Asing di Tengah Pandemi, DPRD Jatim Apresiasi Pemprov

Karena digelar Rapid Test itu, kantor Dinsos-P3AP2KB yang pada pagi hari masih membuka pelayanan namun siang hari ditutup sementara waktu. "Kami ada Rapid Test untuk semua pegawai, jadi kantor sementara ditutup," kata Kepala Dinsos-P3AP2KB, Penny Indriani kepada media ini Senin (12/10/2020).

Lanjut Penny, pihaknya menggelar Rapid Test untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 karena petugas Dinsos-P3AP2KB sering bersinggungan dengan masyarakat. 

"Jadi di lingkungan kami kan sering bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti bansos lalu anjal, jadi kami lakukan Rapid Test untuk mengantisipasi. Kebetulan setiap dinas juga mendapat jatah untuk Rapid Test," imbuhnya.

Mengenai ditutupnya pelayanan kantor tersebut, Penny mengaku setelah hasil Rapid Test keseluruhan keluar pihaknya akan segera membuka kembali akses pelayanan kepada masyarakat. "Kalau hasilnya sudah ada semua, kami buka kok layanannya," ucap Penny.

Baca Juga : Tekan Angka Kehamilan, Dinsos-P3AP2KB Maksimalkan 41 PLKB

Sebelumnya, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang telah menyalurkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) BPNTD (Bantuan Pangan Non Tunai Daerah) pada bulan Agustus kepada 15 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdampak pandemi covid-19.