Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto:  DDTCNews)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: DDTCNews)

MALANGTIMES - Pengesahan UU Cipta Kerja hingga kini masih menjadi polemik.  Beberepa pihak menilai UU Cipta Kerja lebih banyak menguntungkan pengusaha.  Oleh sebab itu, para buruh dan mahasiswa melakukan aksi demo sebagai bentuk penolakan UU Cipta Kerja.  

Namun pendapat berbeda disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.  Sri Mulyani justru mengklaim UU Cipta Kerja akan membantu Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Pasalnya, untuk bisa keluar dari kondisi tersebut, dibutuhkan reformasi struktural untuk mendorong efisiensi regulasi maupun birokrasi.  

Baca Juga : Diskopindag Catat 30 Persen Warga Kota Malang Berbelanja Sistem Online

 

"Kalau bicara middle income trap, di situ letaknya. Efisiensi birokrasi regulasi harus dilaksanakan. Oleh karena itu, omnibus law tujuannya adalah meningkatkan dan mengentaskan Indonesia dari middle income trap," ujar Sri.

Efisien regulasi dan birokrasi, sambung Sri, juga memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk berusaha scara mudah.  Di sisi lain, pemerintah juga melakukan reformasi perpajakan dalam omnibus law tersebut dengan memberikan insentif yang bisa meningkatkan produktivitas, inovasi, dan kreativitas.  

"Ke depan, pemerintah akan mendorong penelitian dan pembangunan. Selain itu, bisa mendorong kemampuan di bidang kesehatan, teknologi, hingga manufaktur," imbuhnya.