Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Berbagai kisah yang diriwayatkan tentu menjadi pelajaran yang diwariskan oleh Rasulullah SAW. Salah satunya adalah kisah kedudukan orang yang mati syahid dan orang yang meninggal di atas ranjang. Meskipun keduanya sama-sama dimasukkan ke dalam surga, namun tempat dan kedudukan keduanya telah dibedakan.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, dalam sebuah riwayat diceritakan, terdapat tiga orang yang baru masuk Islam di masa Rasulullah SAW. Ketika ketiganya telah memeluk Islam, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat dan bertanya, “Siapakah yang ingin menampung ke tiga orang ini?”

Baca Juga : Cara Menjadi Kaya di Dunia dan Akhirat, Rasulullah SAW Ungkap Amalan Sederhana Ini

Maka Thalhah bin Ubaidillah menjawab, “Saya Ya Rasulullah SAW.” Maka ketiga orang itu kemudian tinggal di rumah Thalah bin Ubaidillah.

Suatu ketika Rasulullah SAW pun mengutus untuk melakukan jihad, maka orang pertama yang baru saja memeluk Islam itu ikut serta dalam peperangan dan mati syahid.

Tak lama setelah itu, Rasulullah SAW kembali mengutus pasukan lain untuk berperang, dan orang ke dua yang baru memeluk Islam itu ikut serta dan mati syahid juga. Kemudian berjalan beberapa waktu, orang ke tiga yang memeluk Islam itu meninggal di atas ranjang.

Ketika ketiganya telah meninggal dunia, Thalhah bermimpi dan melihat ketiganya masuk surga. Namun orang yang meninggal di atas ranjang ada di posisi pertama dan mendapatkan fasilitas paling besar di surga. 

Kemudian orang yang meninggal syahid ke dua mendapatkan posisi ke dua. Sedangkan orang yang syahid pertama ada di posisi paling belakang. Thalhah kemudian menanyakan arti mimpi itu kepada Rasulullah SAW.

Maka Rasulullah SAW berkata, “Kenapa engkau heran wahai Thalhah? Tidak ada yang lebih utama di sisi Allah SWT daripada seorang mukmin yang diberi umur panjang dalam Islam karena tasbih, takbir, dan tahlilnya.”

Dalam hadits lain, dikisahkan jika Rasulullah SAW telah berkawan dengan dua orang sahabat. Salah seorang di antaranya meninggal secara syahid di medan perang dan sahabat yang lain meninggal di atas ranjang seminggu kemudian setelah sahabat yang pertama meninggal dunia.

Kedua orang yang saling bersahabat itupun sama-sama disalatkan oleh para sahabat Rasulullah SAW. Ketika mensalatkan sahabat ke dua yang meninggal di atas ranjang, Rasulullah SAW pun bertanya kepada para sahabat, “Apa pendapat kalian tentang orang ini?”

Maka para sahabat menjawab, “Semoga Allah SWT mengampuni dosanya, kalaupun ada dosanya Allah maafkan, semoga Allah merahmatinya dan semoga dia dapat menyusul saudaranya yang terbunuh mati syahid di medan perang.”

Baca Juga : Tamak yang Diperbolehkan Dalam Islam, Begini Anjuran Rasulullah SAW

Rasulullah SAW pun menjawab, “Bagaimana bisa kalian membandingkan antara yang mati syahid dengan yang hidup seminggu setelahnya? Mana pahala shalatnya orang yang hidup seminggu itu kalau mau dibandingkan pahala shalatnya orang yang mati syahid?” 

Artinya orang yang melakukan amalan baik selama satu minggu akan lebih baik dibandingkan orang yang mati syahid.

Sehingga, ketika memiliki kesempatan untuk bertaubat itu akan menjadi hal sangat luar biasa, maka kerjakanlah. Selama hidup, maka kerjakan amalan seolah besok adalah hari akhirmu.

Rasulullah SAW ketika akan menjadi imam shalat selalu berkata, “Salatlah seperti salat perpisahan.”

Allah SWT berfirman, “Kalau ajal mereka sudah datang, tidak ada yang bisa memperlambat sesaat ataupun menguranginya sesaat.”

Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, “Di manapun kalian berada, pasti mati akan menjemput kalian, walaupun kalian berada di sebuah bangunan yang sangat kokoh.”

Rasulullah SAW berkata, “Ketika anak Adam meninggal dunia, maka akan diikuti dengan tiga hal. Amalnya, keluarganya, dan hartanya. Maka akan pulang darinya adalah keluarga dan hartanya, dan akan tinggal bersamanya adalah amalnya.”