Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Tamak merupakan salah satu sikap rakus yang sangat dilarang dalam ajaran Islam. Karena sifat tamak akan memberi dampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. 

Meski begitu, Islam memperbolehkan seorang muslim untuk tamak pada satu hal, yaitu tamak akan rasa nikmat saat bersimpuh di hadapan Allah SWT.

Baca Juga : Ini Golongan Orang Kafir yang Dibela Rasulullah SAW Saat Hari Kiamat

 

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Islam memperbolehkan umatnya tamak terhadap rahmad dan nikmat yang diberikan Allah SWT. Islam memperbolehkan muslim meminta diberi kesehatan lebih, meskipun saat itu kondisinya tengah sehat. Maka seorang muslim dianjurkan berdoa dengan rasa sangat takut juga tamak atas rahmad yang diberikan Allah SWT.

"Allah SWT akan memberikan fasilitas kepada hamba-Nya sesuai kadar permintaan," terang Ustadz Khalid.

Sebuah hadits menyebut jika Allah SWT akan marah terhadap hamba-Nya yang tidak memohon dan berdoa. Rasulullah SAW berkata, “Siapa yang tidak berdoa kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan marah kepadanya.”

Hadits tersebut menekankan agar manusia dan muslim meminta kepada Allah SWT dan tidak merengek kepada makhluk lain. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa meminta segala urusannya agar dipermudah Allah SWT.

Rasulullah SAW pun menyampaikan, doa yang diucapkan dan diminta pada saat seseorang sedang berada di puncak atau dalam sebuah kenikmatan akan menjadi penolong disaat orang itu terpuruk dan susah. 

Sehingga, setiap muslim dianjurkan senantiasa berdoa dan bersyukur atas nikmat yang diberikan dalam berbagai keadaan, terutama ketika sedang diberikan kenikmatan kesehatan hingga nikmat lainnya.

Baca Juga : Punya Tetangga Suka Mengganggu, Seperti Ini Respons Rasulullah Saat Halamannya Ditumpuki Sampah

 

Rasulullah SAW berkata, “Kenalilah Tuhanmu pada saat kau senggang, maka Dia akan mengenalmu pada saat engkau sedang susah.”

Rasa syukur atas kenikmatan itu bisa diwujudkan seorang muslim dalam bentuk berbagi atau bersedekah. Selain itu selalu mengerjakan semua kewajiban dan sunnah yang telah diajarkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Dengan begitu, maka kenikmatan akan terus mengalir kepada mereka yang tak berhenti bersyukur dan memohon.

"Banyak bersyukur dan berdoa ketika berada dipuncak kenikmatan. Ketika itu bisa dilakukan, maka seseorang yang tengah mengalami kesulitan akan merasa lebih mudah melaksanakan ibadah yang dianjurkan dalam ajaran Islam," terang Ustadz Khalid Basalamah.