Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu saat memberikan sambutan dalam forum diskusi pengembangan industri kreatif dan Malang Digital Reunion secara online (Istimewa).
Kepala Bappeda Kota Malang, Dwi Rahayu saat memberikan sambutan dalam forum diskusi pengembangan industri kreatif dan Malang Digital Reunion secara online (Istimewa).

MALANGTIMES - Industri kreatif menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Kota Malang. Sejak beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Malang menunjukkan keseriusannya mendukung industri kreatif melalui penyusunan Road Map pengembangan ekonomi kreatif (ekraf).

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Dwi Rahayu menyampaikan, Road Map pengembangan ekonomi kreatif telah disusun pada 2018 lalu, dan akan habis masanya pada 2022 mendatang. Sehingga, untuk memantapkan perkembangan industri kreatif, Road Map ekonomi kreatif disusun lebih awal.

Baca Juga : Rencana Mal Pelayanan Publik Dinilai Matang, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Benahi Teknis

 

"Jangan sampai terlalu mendekati masa habis baru susun Road Map lagi. Tapi sebelum itu memang harus disusun Road Map yang baru," katanya.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan tim, menurutnya kekuatan industri kreatif di Kota Malang adalah pada layanan penyediaan jasa aplikasi dan Game. Sehingga, penguatan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing dalam hal ini sangat diperlukan.

Dwi menyebut, keberadaan perguruan tinggi di Kota Malang dalam hal ini sangatlah penting, terutama untuk mewujudkan SDM yang bersaing dan siap terjun dalam industri kreatif. Selain itu, sinergi yang dilakukan perguruan tinggi bersama berbagai elemen industri kreatif seperti pelaku ekonomi kreatif dan komunitas juga tak kalah penting.

"Dan kolaborasi itu sudah diciptakan, kami berharap kolaborasi yang dibuat tersebut dapat terus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan," jelas Dwi.

Kolaborasi nyata dalam industri kreatif itu menurut perempuan berkacamata itu juga selalu didukung penuh oleh Pemerintah Kota Malang. Salah satunya melalui Peraturan Wali Kota Malang Nomor 12 Tahun 2018 mengenai Road Map Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Malang. Dukungan terus dilakukan dengan harapan, industri kreatif di Kota Pendidikan ini mampu menorehkan nama harum secara nasional maupun internasional.

Baca Juga : Bappeda Mulai Lakukan Pemetaan, Ini Fokus Pembangunan Kota Malang di 2021

 

Upaya menyusun Road Map itupun dilakukan melalui Forum Diskusi Pengembangan Industri Kreatif dan Malang Digital Reunion yang digelar secara Online melalui aplikasi Zoom. Forum diskusi menghadirkan beberapa pembicara dari kalangan perguruan tinggi dan pelaku industri kreatif.

Forum diskusi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan industri kreatif di Kota Malang. Berbagai masukan yang didapatkan dalam forum diskusi Online tersebut akan dijadikan bahan penyusunan Road Map yang baru berkaitan dengan ekonomi kreatif pada 2022 mendatang.