Warga di Kampung DX Patmanam  saat merawat tanaman hijau di area depan rumahnya. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Warga di Kampung DX Patmanam saat merawat tanaman hijau di area depan rumahnya. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Inovasi menarik dalam kemandirian dan kepedulian masyarakat untuk menggalakkan hidup sehat  hadir di kawasan Kelurahan Dinoyo, Kota Malang.

Ya, Kampung DX Patmanam  atau sebutan lain dari Kampung Dinoyo Gang X RT 4, 5, dan 6 disulap menjadi lebih hijau dan asri. Berbagai tanaman bunga dan sayuran mewarnai setiap rumah di kawasan ini.

Baca Juga : Entaskan Sisa 73 Hektare Lahan Kumuh, Wali Kota Sutiaji Andalkan Sistem Kolaborasi

Ketua Kampung Tangguh DX Patmanam Agung Kurniawan menyatakan, pertama program tersebut muncul sejak awal pandemi covid-19 pertengahan Maret 2020 lalu. Warga di Kampung Dinoyo Gang 10 pun diajak untuk menggalakkan 'Ayo Tandur'.

"Konsep awal kita di Kampung DX Patmanam ini punya program Ayo Tandur. Jadi, itu bukan hanya menanam bunga-bunga atau tanaman-tanaman yang hijau. Tapi, kita juga menanam sayur-mayur. Itu hubungannya nanti dalam rangka membantu kemandirian pangan di Gang 10," ujarnya, saat ditemui awak media pada Rabu (7/10/2020).

Dari pantauan MalangTIMES, bagi masyarakat yang melintasi kampung ini, di area paling depan akan disambut dengan kreasi tanaman yang dibuat dengan logo DX 456 (DX Patmanam). Dalam kreasi itu, terdapat pot-pot yang berhiaskan tanaman.

Memasuki area perkampungan, spot-spot tanaman yang ditempatkan di tembok dan rumah-rumah warga dibuat menarik. Tujuannya, untuk memberikan fasilitas bagi anak muda yang suka selfie.

Aktivitas warga di kawasan ini setiap pagi juga terlihat rutin merawat tanaman hijau yang ada di pekarangan rumahnya. Hingga, kawasan bantaran sungai juga ditanami sayur mayur.

"Di depan kita punya ikonik DX Patmanam, lambang dari kampung di Gang 10, yang artinya Dinoyo Gang 10 dan Patmanam singkatan dari RT 4, 5, dan 6. Juga ada penanaman vertikultur. Lalu di bantaran sungai ada sayur mayur seperti sawi dan brokoli. Jadi, konsep penghijauan kita ini dikemas supaya lebih menarik, bukan hanya menempel sebuah tanaman saja tapi bisa jadi ikonik di Gang 10 ini," imbuhnya.

Baca Juga : DLH Kota Malang Apresiasi Komunitas Yyng Peduli Kebersihan

Lebih jauh, menurut Agung, hadirnya Kampung DX Patmanam ini sekaligus sebagai salah satu pilot project menjadi kawasan hijau. Di samping juga memberikan stimulus bagi warga untuk hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman yang ditanam sendiri. Yakni, mengonsumi sayur sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas sehingga bisa tetap sehat dan terhindar dari virus, termasuk covid-19.

"Kita bikin ini sebagai sebuah pilot project. Ada titik-titik tertentu yang kita hijaukan. Harapan kita sampai sekarang, warga akan merasa terstimulus ikut menanam sayuran atau tanaman hijau lainnya. Selain menunjang kemandirian pangan, juga agar warga hidup sehat dengan makan sayur," terangnya.

Terlebih, di masa pandemi covid-19 ini, banyak hal yang harus tetap disosialisasikan dan diedukasikan kepada masyarakat di wilayahnya guna memutus penyebaran penularan. Selain itu, warga juga rutin dengan tim Satgas Covid-19 wilayah melakukan penyemprotan disinfektan setiap Minggu.

"Kita selalu semprotkan disinfektan rutin dan terus menerus setiap hari Minggu. Dan bukan hanya penyemprotan, tapi juga ajang sosialisasi dan edukasi kita ke warga akan pentingnya penerapan hidup sehat dan social distancing serta physical distancing untuk memotong mata rantai penularan covid-19. Alhamdulillah sampai saat ini di kampung kami, belum konfirmasi kasus  (covid)," ungkapnya.