Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk mengentaskan kawasan kumuh masih banyak. Saat ini masih terdapat 73 hektar kawasan kumuh di Kota Pendidikan ini. Jumlah 73 hektar tersebut merupakan sisa dari 603 hektar kawasan kumuh sebagaimana data lima tahun terakhir. 

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, Kota Malang merupakan kota terkumuh se-Jawa Timur. Hal itu dilihat dari kawasan wilayah yang berada di bantaran sungai. Bahkan, orang nomor satu di Pemkot Malang ini menyebutkan bahwa dari data yang tercatat saat ini masih banyak kawasan yang belum terdata secara riil. Dengan demikian, sisa 73 hektar yang belum tertangani itu lebih kecil dibanding dengan kondisi sebenarnya.

Baca Juga : Tanggulangi Sampah, Pemkot Malang Gencarkan Pembinaan BSM hingga Tingkat RW

"Kota Malang itu sebetulnya kota terkumuh se-Jawa Timur, karena kita berada di bantaran sungai. Saat ini sudah tersisa 73 hektar saja. Padahal sebenarnya itu lebih, masak ada yang satu kelurahan kawasan kumuhnya hanya 12 meter kan nggak mungkin, nanti data ini akan direvisi," jelasnya usai mengikuti Webinar Peringatan Hari Habitat Dunia Tahun 2020 “Best Practices Pembangunan Perkotaan Kota Malang” secara Virtual di Ngalam Command Center, Senin (28/9/2020).

Karenanya, untuk menyiasati itu pihaknya menginstruksikan instansi terkait untuk melakukan Updating data secara terkini sesuai dengan kondisi di lapangan. 

Selebihnya, dikatakannya sistem pengentasan yang diupayakan saat ini telah mendapat apresiasi dari Kementerian PUPR. Yakni dengan sistem kolaborasi yang melibatkan area kampung-kampung tematik.

"Solusi pengentasan itu tetap kita utamakan dengan kolaborasi dan keterpaduan rencana. Penanganan ini yang juga diapresiasi Kemen PUPR. Contohnya di Kota Malang ini dengan kolaborasi pentahelix, contoh di kampung-kampung tematik seperti Kampung Warna-Warni, Tridi dan yang lainnya," imbuhnya.

Baca Juga : Eks TPA Lowokdoro Terus Dibuangi Sampah, Pemkot Kaji Alih Fungsi Lahan

Lebih jauh, Sutiaji mengharapkan program pengentasan kawasan kumuh di Kota Malang bisa diperkuat dengan kolaborasi pentahelix. Yang mana, pemerintah daerah bisa melakukan penataan kota dengan pihak ketiga.

Pun juga penyediaan rusunawa atau hunian alternatif lain untuk menampung warga yang hidupnya di bantaran sungai. Sehingga, pengentasan kawasan kumuh akan lebih maksimal dijalankan. "Nanti kita pilah, kawasan kota yang memungkinkan. Rusunawa nanti akan menjadi kajian untuk dikerja samakan juga," tandasnya.