MALANGTIMES - Mas Isman, pendiri organisasi masyarakat (Ormas) Koperasi Simpan Pinjam Gotong Royong (Kosgoro), secara resmi ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional. Ia adalah sosok yang memiliki peran penting dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Mas Isman lahir pada 1 Januari 1924 di Bondowoso, Jawa Timur. Ia berasal dari keluarga kalangan priyai menengah, sehingga bisa menempuh pendidikan di Purwokerto, Cirebon, Malang dan Surabaya. Sebagai pelajar, Mas Isman turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah melalui Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP).
Baca Juga : Banyak Orang Tolak Pembebasan Napi di Tengah Pandemi Covid-19, Menkumham: Tumpul Kemanusiaannya
Nama Mas Isman diusulkan menjadi Pahlawan Nasional sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu. Tim yang dibentuk sudah banyak mengumpulkan berbagai bukti yang diperlukan. Triyanto, sebaai Ketua Tim Pelaksana pengusulan Mas Isman sebagai Pahlawan Nasional.
Secara administrasi, pengajuan Mas Isman menjadi Pahlawan Nasional, dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Malang. Lalu meminta rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur, untuk dilanjutkan ke dewan gelar dan Kementerian Sosial.
Banyak syarat administrasi dan dokumen pendukung yang diperlukan untuk melengkapi pengajuan tersebut. TP2GD Kota Malang dipilih karena dinilai sebagai pusat perjuangan pasukan Tentara Republik Indonesia Pelajar yang dibentuk Mas Isman.
Sisa-sisa perjuangan Mas Isman di Malang, saat ini diketahui dari adaanya 35 makam pelajar pejuang yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda. Selain itu, di Malang juga sudah berdiri monumen perjuangan untuk mengenang Tentara Pelajar.
Seperti apa sosok Mas Isman? Ia memang dikenal sebagai pendiri organisasi Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Pasca kemerdekaan, TRIP menyesuaikan diri dari brigade pertempuran, menjadi brigade pembangunan. Kini, rumah Mas Isman masih berdiri kokoh, tepatnya di Jalan Pandan No 5 Kota Malang. Rumah itu kini menjadi kantor TRIP dan Kosgoro Malang.
Selanjutnya, Mas Isman mendirikan TRIP Jawa Timur pada tahun 1945-1951. Lulusan SESKOAD itu lalu mendapatkan tugas di Kantor Perdana Menteri Indonesia pada tahun 1956-1958 dengan pangkat Letnan Kolonel. Ia juga pernah menjadi anggota delegasi Indonesia ke PBB pada tahun 1958.
Baca Juga : Camat Bumiaji Menikah di Tengah Wabah Corona, Tak Ada Pesta dan Kehadiran Orang Tua
Setelah itu, Mas Isman menjadi Duta Besar dari tahun 1959-1967 di Rangoon, Bangkok dan Kairo dengan pangkat Brigjen. Tak lama setelah itu, Mas Isman berkecimpung di dunia politik dengan menjadi anggota DPR/MPR pada tahun 1978.
Sejara juga mencatat, pasca kemerdekaan, Mas Isman sukses mendirikan Kosgoro sebagai arena perjuangan dengan membuka usaha-usaha perekonomian untuk masyarakat. Atas dedikasinya tersebut, bahkan Soekarno, Presiden Pertama RI, memberikan hadiah tanah di Jl MH Thamrin 53 Jakarta. Di Tanah inilah, kini berdiri Wisma Kosgoro.
Segenap kru TIMES Indonesia Gruop (Malang TIMES, Jatim TIMES dan kru TIMES di seluruh daerah di Jawa Timur, mengucapkan selamat atas terpilihnya Mas Isman sebagai Pahlawan Nasional. Sosok Mas Isman sangat layak menjadi simbol perjuangan generasi muda Indonesia masa kini.
Besar harapan, semangat juangnya mampu mengalir kepada generasi muda dan khusunya seluruh kru TIMES Indonesia Group, demi kemajuan NKRI kedepan yang lebih bermartabat. Selamat untuk Mas Isman. Perjuanmu akan terus dikenang anak negeri. Surga Allah menyambutmu. (*)
