Geliatkan Wisata, Kampung Warna Warni Suguhkan Tarian Tradisi

Oct 04, 2020 19:09
Anak-anak Kampung Warna-Warni Jodipan saat unjuk kebolehan menari (Istimewa).
Anak-anak Kampung Warna-Warni Jodipan saat unjuk kebolehan menari (Istimewa).

MALANGTIMES - Kembali dibuka untuk wisatawan, Kampung Warna-Warni Jodipan terus melakukan upaya untuk menarik wisatawan. Kali ini, kampung yang terkenal akan beragam spot foto tersebut kembali menyuguhkan hal baru kepada wisatawan melalui tarian tradisi.

Setidaknya ada 20 tarian yang disuguhkan dalam event Geliat Warna Warni Dengan Segala Potensi tersebut. Event tersebut merupakan event ke 3 kampung tematik se-Kota Malang dari 15 event selama bulan oktober ini. Sebelumnya telah dilakukan kegiatan Kampung Terapi Hijau dan Kampung Kuburan Londo yang berkolaborasi dalam Featival Batik Sukun. Kegiatan tersebut difasilitasi Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang.

Baca Juga : Tayang Hari Ini di Netflix, Kisah Guru Supernatural dalam Drakor The School Nurse Files

Perencana Event Geliat Warna Warni Dengan Segala Potensi, Mokhammad Rosyidi menyampaikan, Event tersebut digelar dalam rangka sosialisasi adaptasi kebiasaan baru pascapandemi. Selain semua warga membiasakan protokol kesehatan, warga juga harus tetap mengembangkan potensi ekonomi serta minat bakatnya.

"Karena itu kami terus bergeliat agar kampung kami tidak monoton warna warninya saja tetapi pengunjung bisa melihat potensi masyarakatnya," katanya.

Geliat Warna Warni di acara tersebut lebih banyak menampilkan tari tradisional dan tari kontemporer seperti Ogleg, Jaranan, Sholatun, Rejeng Renteng, Tokecang, Embok Jamu, Candim Ayu, Maumere, Prau Layar, Indiana, Tanduk Mejeng, Kicir Kicir.

Selain itu ada tarian kontemporer seperti Dance Sbaby Shark, Pokemon, Tak Ada Logika, Syantik. Ada pula Tikitok Remaja, How You Like That, Apa Salahku, Virus Corona serta tiktik remaja tiktok campuran akuistik dan karaoke.

Acara digelar sejak jam sembilan pagi hingga tiga sore dan dihadiri oleh warga saja. Kegiatan sengaja tidak mengundang tamu lainnya termasuk pengunjung kampung pun hanya lihat dan lewat saja. Semua murni menjadi kegiatan membangkitkan warga dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang sekaligus Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi yang datang dalam agenda tersebut memberikan apresiasi.

Baca Juga : Film Ranah 3 Warna Segera Tayang, Adaptasi Novel Soal Kegigihan Raih Cita-Cita

Pria yang akrab disapa Ki Demang itu menyampaikan, sebelumnya Kampung Budaya Polowijen sering mendatangkan rombongan penari untuk turut serta menari di Kampung Warna Warni Jodipan. Selain itu juga sering datang mahasiswa seni tari UM dan berbagai komunitas yang turut menari bersama anak-anak di Kampung Warna-Warni.

"Salah satunya ingin turut serta mengenalkan tarian yang diciptakan kepada masyarakat dan pengunjung Kampung Warna-Warni," terangnya.

Sebagai informasi, selama pandemi covid-19, warga Kampung Warna-Warni terus menggeliatkan kemampuan dan potensinya. Salah satunya dimanfaatkan oleh warga untuk melatih diri membekali kembali kemampuan warganya dengan segala potensinya. Salah satunya adalah melatih menari anak anak dengan ragam tari tradisional dan kontemporer.

Topik
Kampung warna warniWisata Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru